RAKYATKU.COM - Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa putra Osama bin Laden, Hamza bin Laden telah tewas dalam operasi kontraterorisme AS di wilayah Afghanistan atau Pakistan.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih pada hari Sabtu (14/09/2019), Trump mengatakan bahwa Hamzah bertanggung jawab atas perencanaan dan berurusan dengan berbagai kelompok teroris.
"Kematiannya tidak hanya menghilangkan kemampuan kepemimpinan penting al-Qaeda dan hubungan simbolis dengan ayahnya, tetapi juga melemahkan kegiatan operasional penting kelompok itu,"demikian bunyi pernyataan itu, dikutip dari NPR.
Pernyataan itu tidak mengatakan kapan Hamza meninggal. Tetapi pernyataan itu keluar lebih enam minggu setelah beberapa media melaporkan bahwa dia telah terbunuh.
Belum ada konfirmasi dari al-Qaeda tentang kematiannya, padahal mereka biasanya melakukannya ketika para pemimpinnya terbunuh.
Hamza adalah "putra favorit" Osama bin Laden, menurut Ali Soufan, mantan agen khusus FBI dan pakar terorisme pada NPR.
"Dia muncul sejak awal ketika dia berusia sekitar 8 atau 9 tahun dalam video propaganda al-Qaeda, membacakan puisi yang berapi-api," kata Soufan.
Menurut Soufan, Hamza menjabat sebagai pemimpin transisi, menjembatani anggota lama dan generasi muda al-Qaeda.
Pengaruhnya di dalam organisasi itu mendorong Departemen Luar Negeri AS pada bulan Maret menawarkan hadiah $1 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.