Sabtu, 14 September 2019 10:02
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (Getty Images)
Editor : Suriawati

RAKYATKU.COM - Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah mempersilahkan warganya untuk menembak pejabat korup, namun tidak melenyapkan nyawa mereka.

 

Dalam pidatonya selama kunjungannya ke Bataan pada hari Kamis, Duterte mengatakan bahwa dia akan menjamin kekebalan hukum pada orang menembak koruptor.

"Jika Anda membayar pajak... dan pejabat meminta suap, pukul mereka. Jika Anda memiliki senjata, Anda dapat menembaknya," katanya.

Namun dia mengatakan bahwa tembakan itu tidak boleh menewaskan target.

 

"Tetapi jangan membunuh, karena selama proses persidangan Anda mungkin tidak menerima pengampunan."

“Itu hanya akan (menimbulkan) cedera fisik yang serius. Anda akan ditempatkan dalam masa percobaan. Setidaknya Anda menembak seorang pencuri bodoh dan saya akan membela Anda."

Intinya, Duterte mengimbau masyarakat untuk menegaskan hak-hak mereka, dan melaporkan segala korupsi atau penyalahgunaan yang melibatkan pejabat atau pekerja pemerintah. 

Pengumuman ini hanyalah satu dari sekian banyak kontroversi Duterte. Yang paling utama, dia telah lama menghadapi kritik atas peperangan melawan perdagangan narkoba. 

Pada bulan Juli tahun ini, PBB mengadopsi resolusi yang menyerukan penyelidikan skala penuh terhadap perang narkoba di Filipina, yang merupakan bagian penting dari kebijakan dalam negeri Duterte.

TAG

BERITA TERKAIT