RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan didesak untuk mengusut sejumlah kasus hukum yang melibatkan anggota DPRD Kota Makassar yang kembali terpilih periode 2019-2024.
Desakan ini munucul dari mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Makassar Peduli Demokrasi. Mereka menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Jumat (6/7/2019).
"Kami meminta kepada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan untuk tetap konsisten dan menindak tegas, apabila terdapat kasus yang melibatkan anggota anggota dewan terpilih kota Makassar," kata Jenderal Lapangan, Kasrum Hardin.
Kata Kasrum, pihaknya juga meminta Kejaksaan membuka kembali berkas kasus yang terindikasi melibatkan legislator. Tujuannya agar mereka yang terindikasi terlibat kasus hukum tidak diikutkan dalam pelantikan nanti.
Selain itu, lanjut Kasrum, pihaknya meminta KPU dan Bawaslu Makassar membatalkan pelantikan anggota dewan terpilih yang bermasalah.
"Meminta kepada KPU dan Bawaslu Makassar untuk kembali mengklarifikasi anggota dewan terpilih untuk membatalkan pelantikan yang masih berkasus di aparat penegak hukum," tambahnya.
Sekadar diketahui, ada beberapa kasus dimana sejumlah anggota Dewan Makassar pernah menjalani pemeriksaan dari. Kejati Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) bahkan pernah memproses kasus dugaan korupsi dana reses fiktif anggota DPRD Kota Makassar.
Selain itu, Penyidik Bareskrim Polri juga telah memeriksa sejumlah anggota dewan Makassar terkait pemotongan anggara dari Fee 30 Persen Pemerintah Kota Makassar.