Rabu, 04 September 2019 10:28
Amien Rais. Ist
Editor : Ibnu Kasir Amahoru

RAKYATKU.COM - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menanggapi tudingan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais soal pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur (Kaltim). 

 

Moeldoko membantah pemindahan ibu kota terkait dengan China. Untuk itu, Ia meminta Amien Rais tidak tendensius soal rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara.

"Enggaklah, (Amien Rais) jangan tendensius gitu," kata Moeldoko.

Mantan Panglima TNI itu juga membantah saat ini pemerintah menunggu kajian dari China soal pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kaltim. Ia menegaskan kajian sepenuhnya berada di tangan Bappenas bukan dari China.

 

"Kami kan punya prosedur, prosedur yang kami miliki dong. Masa di luar prosedur, gimana sih? Prosedur kami punya Bappenas," ujarnya.

Sebelumnya, Amien Rais menuding pemerintahan Presiden Joko Widodo sedang menunggu kajian pemerintah China untuk melakukan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Amien menyebut China ikut berperan dalam program pemindahan ibu kota negara Indonesia sebagai upaya mendominasi dunia.

"Sesungguhnya memindah Jakarta bukan karena menunggu studi Bappenas, tapi studi Beijing. Itu jelas sekali," ungkap Amien, dilansir CNNIndonesia.

Amien menjelaskan, ada perebutan supremasi dan hegemoni global antara Amerika dan Tiongkok.

Tanpa mengungkap data dan hasil studi, mantan Ketua MPR itu mengatakan kedaulatan Indonesia terancam jika ibu kota negara pindah ke Kaltim. Ia berujar Kaltim lebih dekat dengan Laut China Selatan dan Laut China.

Lebih lanjut, Amien juga menyebut Presiden China Xi Jinping punya ambisi menguasai dunia yang lebih besar dari pendiri China, Mao Zedong.

"Jadi saya pikir ini ibu kota itu mempercepat pengambilalihan kedaulatan oleh Republik Rakyat China. Sekali lagi, Xi Jinping ini lebih hebat dari Pak Mao Zedong," ujarnya.

TAG

BERITA TERKAIT