Rabu, 21 Agustus 2019 16:12
Editor : Andi Chaerul Fadli

RAKYATKU.COM - Seorang ibu muda telah mengungkapkan kisahnya bagaimana dia menjadi lumpuh setelah meminjam kuas make-up milik temannya.

 

Perempuan bernama Jo Gilchrist dari Queensland, Australia itu awalnya merasakan sakit yang menusuk di punggungnya. Dia kemudian ke rumah sakit dan mengetahui jika dirinya mengalami infeksi dari kuas make up melalui lubang kecil di kulitnya.

Infeksi Staph telah menyerang tulang belakangnya menyebabkan tubuhnya mati rasa dari pinggang hingga kakinya, dikutip Mirror Online, Rabu (21/8/2019). Akibatnya, dia mesti menggunakan kursi roda.

"Mereka tidak berpikir aku akan pernah berjalan lagi," kata Jo. "Aku hanya mengatakan ini bukan bagaimana ceritaku berakhir".

 

Cobaan Jo telah dimulai dari rasa sakit kecil di punggungnya yang terus memburuk sehingga dia sempat berpikir akan mati. "Rasa sakitnya lebih buruk daripada melahirkan," katanya.

Dia menceritakan jika dia telah terjangkin staph yang kebal antibiotik dan mungkin tidak bertahan hidup.

"Teman saya memang memiliki infeksi staph di wajahnya dan saya menggunakan kuasnya sebelumnya. Saya tidak tahu itu bisa terjadi, saya dulu sering berbagi dengan teman-teman saya."

"Itu akhirnya menjadi infeksi MRSA yang merupakan bentuk paling berbahaya dari staph. Itu akan melalui luka atau jerawat di wajah saya, menyebar ke seluruh tubuh saya dan ditanamkan di sumsum tulang belakang saya.

"Pada saat saya sampai di rumah sakit Brisbane, mereka pada dasarnya mengatakan kepada saya untuk mengucapkan selamat tinggal.

"Sahabatku terasa mengerikan, tapi itu bukan kesalahannya sama sekali. Aku hanya memiliki sistem kekebalan yang rendah dan itu adalah tempat berkembang biak yang sempurna untuk bakteri."

Infeksinya telah merusak tulang punggungnya dengan sangat parah, Jo diberi tahu bahwa ia selamanya akan dikurung di kursi roda dan tidak memiliki kendali atas usus atau kandung kemihnya.

"Aku sangat beruntung sampai ke tulang belakangku ... jika pergi ke otakku aku akan mati dan jika itu pergi ke anggota tubuhku mereka akan diamputasi."

o menghabiskan waktu berbulan-bulan di rumah sakit sebelum kembali ke rumah di mana dia harus belajar menjalani kehidupannya saat dikurung di kursi roda, serta merawat putra Tommy, yang saat itu berusia dua tahun.

Sekarang setelah perjalanan selama setahun yang penuh rasa sakit mempertaruhkan fisioterapi dan pelatihan untuk mendapatkan kembali mobilitas di kakinya, Jo kembali berdiri.

TAG

BERITA TERKAIT