RAKYATKU.COM - Separatis Yaman telah mengambil kendali atas kota Aden, berhari-hari setelah mereka berperang dengan pasukan yang mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.
Seorang juru bicara Dewan Transisi Selatan (STC) mengatakan kepada CNN bahwa kelompok itu mengambil alih kota, termasuk istana kepresidenan, pelabuhan dan bandara.
Aden telah menjadi kota pemerintah sejak pejuang Houthi mengambil alih Sanaa pada tahun 2014.
"Kami tidak berada di dalam kompleks kepresidenan, yang berada di sebuah pulau, tetapi kami telah mengamankan pintu masuk dan keluarnya," kata Nizar Haytham, juru bicara STC kepada CNN.
Menurut CNN, menteri dalam negeri Yaman telah mengakui kekalahan, dalam apa yang disebutnya "kudeta yang berhasil."
"Kudeta yang berhasil menghancurkan apa yang tersisa dari kedaulatan negara ini," kata Ahmed Al-Maysary dalam sebuah video yang beredar di media sosial.
Dia mengatakan dia merekam video di Aden tepat sebelum melarikan diri ke Riyadh. Dia adalah satu-satunya menteri yang membuat pernyataan kepada publik tentang pertempuran itu.
Saksi mata di Aden mengatakan pertempuran mereda pada hari Minggu, hari pertama liburan Idul Adha.
Menurut laporan awal yang dikutip oleh Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), sekitar 40 orang tewas dan 260 lainnya cedera dalam pertempuran di Aden.
"Sangat menyedihkan bahwa selama Idul Adha, keluarga berduka atas kematian orang yang mereka cintai, bukannya merayakan bersama dalam damai dan harmoni," kata Lise Grande, koordinator kemanusiaan PBB di Yaman.
Separatis Yaman didukung oleh Uni Emirat Arab, sementara pemerintah Abdu Rabbu Mansour al-Hadi yang diakui PBB didukung oleh Arab Saudi.