Kamis, 08 Agustus 2019 10:44
Editor : Andi Chaerul Fadli

RAKYATKU.COM - Otoritas Thailand menemukan bom api yang tidak meledak di sebuah pasar di pusat kota Bangkok, kemarin. Bom itu diduga perangkat yang tersisa dari serangan terkoordinasi pekan lalu yang melukai empat orang.

 

Enam bom kecil dan enam bom api meledak di ibukota Thailand Jumat lalu ketika kota itu menjadi tuan rumah pertemuan para menteri luar negeri se-Asia Tenggara yang juga dihadiri oleh para diplomat top dari Amerika Serikat, Tiongkok, dan lainnya, dikutip dari Asia One, Kamis (8/8/2019).

Polisi Thailand mengatakan bom yang baru ditemukan di pasar Pratunam di pusat Bangkok mirip dengan yang berangkat Jumat lalu.

"Perangkat itu berfungsi, tetapi api tidak dapat terbakar karena disembunyikan di bawah setumpuk pakaian sehingga tidak ada cukup oksigen untuk kebakaran itu," kata seorang petugas kepolisian kepada Reuters tanpa menyebut nama karena ia tidak berwenang berbicara kepada media. .

 

"Perangkat ini dipicu oleh waktu dan terhubung ke bank daya, jenis yang sama yang digunakan dalam serangan pekan lalu, dan kemungkinan ditempatkan ... sekitar waktu yang sama dengan perangkat lain," katanya.

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha mengatakan pihak berwenang telah menahan sembilan tersangka, termasuk dua orang yang ditangkap Jumat lalu, dituduh menanam dua bom di depan markas polisi di pusat kota Bangkok sehari sebelumnya.

Kedua tersangka tersebut berasal dari provinsi Narathiwat, salah satu provinsi yang sebagian besar Muslim Melayu di bagian selatan Thailand, tempat pemberontakan lebih dari satu dasawarsa telah menewaskan hampir 7.000 orang sejak 2014.

Wakil Perdana Menteri Prawit Wongsuwan mengatakan kepada wartawan bahwa serangan terkoordinasi Jumat lalu "terkait dengan kelompok selatan" tetapi tidak merinci lebih lanjut, mengatakan bahwa penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk menentukan siapa yang memerintahkan serangan itu.

TAG

BERITA TERKAIT