Rabu, 07 Agustus 2019 11:06
Editor : Andi Chaerul Fadli

RAKYATKU.COM - Gambar-gambar yang menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menonton uji coba rudal pada hari Senin lalu telah beredar luas. Korea Utara menembakkan dua rudal taktis tipe baru di lapangan terbang operasional di daerah Hwanghae Selatan melintasi semenanjung menuju Laut Jepang, menurut media lokal KCNA.

 

Kim Jong Un terlihat mengawasi demonstrasi dengan pejabat militer dan ilmuwan terkemuka lainnya dan bersorak setelah uji peluncuran, dikutip dari Mirror Online, Rabu (7/8/2019).

Kim dikatakan senang karena tes itu dilakukan sebagaimana dimaksud dan akan bertindak sebagai peringatan yang memadai untuk latihan militer bersama oleh pemerintah AS dan Korea Selatan.

Kim sebelumnya mengatakan bahwa uji coba rudal itu akan menjadi 'tekanan tak terhindarkan' bagi musuh ketika ia menghadiri uji peluncuran sistem roket berpemandu berkaliber kaliber besar yang diluncurkan Rabu lalu.

 

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 'bermusuhan' Amerika adalah 'menghasut ketegangan militer' dengan mengadakan putaran baru latihan militer bersama dengan negara tetangga Korea Selatan.

Bunyinya: "Kami telah memperingatkan beberapa kali bahwa latihan militer bersama akan menghalangi kemajuan dalam hubungan DPRK-AS dan hubungan antar-Korea dan membawa kami untuk mempertimbangkan kembali langkah-langkah utama kami sebelumnya.

"Tidak ada undang-undang yang memungkinkan satu pihak diizinkan untuk meninggalkan komitmennya dan pihak kita hanya terikat oleh komitmen."

Duta Besar perlucutan senjata AS Robert Wood menolak tuduhan itu, mengatakan kepada forum: "Biarkan saya jelaskan, Amerika Serikat tidak menghasut tekanan militer."

Dia mengatakan Amerika Serikat berkomitmen untuk denuklirisasi Korea Utara, seperti yang disetujui oleh Kim dan Trump pada pertemuan puncak pertama mereka tahun lalu di Singapura.

Wood menambahkan: "Kami sangat menantikan untuk kembali ke diskusi dengan Korea Utara untuk melaksanakan visi yang ditetapkan pada pertemuan puncak oleh Presiden Trump dan ketua Kim."

TAG

BERITA TERKAIT