Selasa, 06 Agustus 2019 14:05
Editor : Andi Chaerul Fadli

RAKYATKU.COM - Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha mengatakan, pasukan keamanan Thailand memburu lebih dari 10 tersangka sehubungan dengan serangkaian serangan bom di Bangkok pekan lalu.

 

Enam bom meledak di ibu kota Thailand Jumat lalu ketika kota itu menjadi tuan rumah pertemuan para menteri luar negeri se-Asia Tenggara, yang juga dihadiri oleh para diplomat top dari Amerika Serikat, Cina, dan kekuatan dunia lainnya, dikutip dari Asia One, Selasa (68/2019).

Pihak berwenang sekarang mengatakan bahwa enam bom api lainnya juga meledak Jumat lalu di pusat kota Bangkok, termasuk dua yang menyebabkan kebakaran di pusat perbelanjaan di distrik perbelanjaan pusat yang populer di kalangan wisatawan.

Sabtu lalu, tiga bom lagi meledak di tiga mesin ATM di provinsi Pattani selatan. Tidak ada yang terluka. Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

 

"Ada lebih dari 10 orang yang terlibat yang perlu ditangkap, didakwa, dan diselidiki karena sebab (serangan)," kata Prayut.

"Kami tidak dapat mengatakan pada saat ini siapa yang berada di balik serangan itu, tetapi mereka tidak berperasaan dan bermaksud bermaksud menciptakan kekacauan bagi negara itu pada saat keadaan sedang berjalan di bawah pemerintahan yang demokratis," katanya.

Dua orang telah ditahan sejak Jumat lalu, dituduh menanam dua bom, yang sebelumnya dikatakan pihak berwenang adalah palsu, di depan markas polisi di pusat Bangkok sehari sebelumnya.

Kedua tersangka tersebut berasal dari Narathiwat, salah satu provinsi yang sebagian besar Muslim Melayu di bagian selatan Thailand, tempat pemberontakan selama lebih dari satu dasawarsa telah menewaskan hampir 7.000 orang sejak 2004. Mereka ditahan di Yala, provinsi selatan lainnya.

Kekerasan sebagian besar terbatas pada wilayah itu, meskipun militan Muslim telah disalahkan karena serangan bom di ibukota di masa lalu.

Reuters tidak dapat segera menghubungi kedua tersangka atau pengacara mereka untuk memberikan komentar. Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

TAG

BERITA TERKAIT