RAKYATKU.COM - Meskipun beratnya kurang dari sepersepuluh gram, sebuah robot baru dari University of California, Berkeley, dapat menahan berat orang yang 60 kilogram (132 pon).
"Orang-orang mungkin pernah mengalami itu, jika Anda menginjak kecoa, Anda mungkin harus menggilingnya sedikit, kalau tidak kecoak itu mungkin masih bertahan dan melarikan diri," kata peneliti Liwei Lin, dikutip dair Science Alert, Minggu (4/8/2019).
"Seseorang menginjak robot kita menerapkan bobot yang luar biasa besar, tetapi [robot] masih berfungsi, itu masih berfungsi."
Dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada hari Rabu di jurnal Science Robotics , tim UC Berkeley menggambarkan bagaimana ia membangun robot seperti kecoak dari selembar tipis polivinilidena fluorida yang dilapisi polimer elastis.
Ketika para peneliti menumbangkan robot dengan tegangan listrik berosilasi melalui kabel yang terpasang, tubuh kecilnya membungkuk dan meluruskan. Ini memaksa bot untuk "melompat" ke depan dengan satu kaki depannya.
Kekuatan bukanlah satu-satunya kesamaan antara robot dan serangga yang dipercayai akan mewarisi Bumi. Ini juga sangat cepat untuk ukurannya, berjalan dengan kecepatan sekitar 20 panjang tubuh per detik.
Kombinasi ketangguhan dan kecepatan ini dapat membuat bot mungil ini ideal untuk aplikasi pencarian dan penyelamatan.
"Misalnya, jika gempa bumi terjadi, sangat sulit bagi mesin besar, atau anjing besar, untuk menemukan kehidupan di bawah puing-puing," kata peneliti Yichuan Wu dalam siaran pers, "jadi itu sebabnya kita membutuhkan robot berukuran kecil yang gesit dan kuat."