Sabtu, 03 Agustus 2019 12:59
Twitter
Editor : Suriawati

RAKYATKU.COM - Seorang walikota di Meksiko selatan dipermalukan di hadapan warganya setelah gagal menepati janji kampanyenya.

 

Awal pekan ini, Walikota San Andrés Puerto Rico, Javier Jimenez dari provinsi Huixtán dipaksa mengenakan gaun dan berjalan keliling kota.

Sebuah foto menunjukkan dia berjalan dengan mengenakan rok panjang hitam dan blus putih berenda. Dia berjalan bersama pejabat lain bernama Luis Ton. DIa mengenakan gaun pink cerah dengan bintik-bintik putih.

Menurut El Diario de Mexico, salah satu keluhan utama warga adalah bahwa Jimenez belum memenuhi janjinya untuk mengalokasikan 3 juta peso (setara dengan sekitar Rp2,2 miliar) untuk perbaikan sistem air kota.

 

Dalam sebuah wawancara dengan seorang reporter walikota itu mengatakan bahwa ia telah berusaha memenuhi janjinya. Namun, pemerintah tidak punya dana karena telah diberikan ke berbagai kota.

Ketika dia berbicara, beberapa warga memegang poster yang mengecam kegagalan pemerintah. Bahkan ada yang berteriak kepadanya untuk tidak terus berbohong.

Menurut Fox News, selain berpakaian wanita, Jimenez dan Ton juga dipaksa untuk mengumpulkan dana dari para pengendara yang lewat, untuk mendapatkan uang guna memperbaiki sistem air.

Kedua politisi telah dihukum seperti itu oleh warga selama setidaknya empat hari.

Warga juga menuntut penyelidikan apakah Jimenez mencuri 3 juta peso, atau benar-benar telah diserahkan ke berbagai komunitas, seperti pengakuannya.

Dalam wawancara dengan reporter lokal, Jimenez mengatakan dia tidak bersalah, tetapi dia tidak akan menolak penyelidikan.

Menghukum politisi yang mengecewakan dengan pakaian wanita adalah cara tradisional - dan katarsis - di beberapa kota di negara bagian Chiapas. Seringkali, politisi diambil dengan paksa dan didandani.

TAG

BERITA TERKAIT