RAKYATKU.COM - Ethiopia menanam lebih dari 353 juta pohon dalam 12 jam pada hari Senin (29/07/2019).
Langkah itu adalah bagian dari kampanye reboisasi yang dinamai "Green Legacy," yang dipelopori oleh Perdana Menteri Abiy Ahmed.
Fox News melaporkan bahwa jutaan orang Ethiopia di seluruh negeri diundang untuk mengambil bagian dalam acara itu.
Dalam enam jam pertama saja, Ahmed menulis di Twitter bahwa sekitar 150 juta pohon telah ditanam.
Setelah periode 12 jam berakhir, Perdana Menteri kembali ke Twitter untuk mengumumkan bahwa Ethiopia tidak hanya memenuhi tujuannya, karena telah melampauinya.
Menteri negara untuk inovasi dan teknologi, Getahun Mekuria mengatakan, sebanyak 353.633.660 bibit pohon telah ditanam.
Pencapaian ini membuat Ethiopia berpeluang memecahkan rekor. Pada 2017, India mencetak rekor dunia ketika sekitar 1,5 juta sukarelawan menanam 66 juta dalam 12 jam.
Ethiopia telah menderita dampak krisis iklim, dengan degradasi lahan, erosi tanah, deforestasi, dan kekeringan berulang.
Pada tahun 2017, Ethiopia bergabung dengan lebih dari 20 negara Afrika lainnya yangberjanji untuk mengembalikan 100 juta hektar lahan sebagai bagian dari Prakarsa Restorasi Bentang Alam Hutan Afrika.
Sebuah studi baru-baru ini memperkirakan bahwa memulihkan hutan dapat menghilangkan dua pertiga dari semua karbon yang menghangatkan planet yang ada di atmosfer karena aktivitas manusia.
The studi yang dilakukan oleh peneliti di universitas Swiss ETH Zurich, menghitung bahwa memulihkan hutan yang rusak di seluruh dunia bisa menangkap sekitar 205 miliar ton karbon total. Emisi karbon global sekitar 10 miliar ton per tahun.