Senin, 29 Juli 2019 14:40
Editor : Andi Chaerul Fadli

RAKYATKU.COM - Polisi di Vietnam telah menahan lebih dari 380 orang China yang dituduh menjalankan jaringan perjudian online bawah tanah terbesar di negara itu, kata pemerintah.

 

Dalam banyak kasus, perjudian ilegal di Vietnam, meskipun orang asing diizinkan untuk berjudi di kasino lokal. Tahun lalu, Vietnam mengatakan akan mengizinkan beberapa warga lokal untuk berjudi di kasino-kasino tertentu berdasarkan uji coba, dikutip dari Asia One, Senin (29/7/2019).

Orang-orang itu, yang berusia antara 18 dan 24 tahun, ditangkap ketika mengoperasikan situs-situs perjudian online dari lebih dari 100 kamar di daerah perkotaan yang dijaga ketat di Kota Haiphong, 100 kilometer timur Hanoi, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan di situs webnya.

Dikatakan cincin itu menjadi tuan rumah platform online bagi para penjudi Cina untuk bertaruh pada permainan olahraga dan lotere, dengan jumlah transaksi diperkirakan 3 miliar yuan (S$ 600 juta).

 

"Ini adalah cincin judi terbesar yang pernah ada dalam hal jumlah orang asing yang terlibat dan dalam hal uang di wilayah Vietnam," sebuah pernyataan dari Kementerian Keamanan Publik mengatakan.

Polisi juga menyita sekitar 2.000 smartphone dan 530 komputer dalam serangan itu, tambahnya.

Pada November, pengadilan Vietnam memenjarakan dua pejabat senior polisi yang dinyatakan bersalah menjalankan jaringan perjudian online bawah tanah yang menghasilkan jutaan dolar.

TAG

BERITA TERKAIT