Sabtu, 27 Juli 2019 20:47
Editor : Andi Chaerul Fadli

RAKYATKU.COM - Dua orang tewas dan beberapa lainnya terluka setelah lantai atas sebuah klub malam Korea Selatan runtuh. Ada sekitar 300 orang di tempat itu ketika lantai memberi jalan sekitar 2:00 waktu setempat (6:00 waktu Inggris) di kota Gwangju.

 

Kebanyakan dari mereka adalah atlet yang bertanding di Kejuaraan Akuatik Dunia. Seorang pejabat pemadam kebakaran mengatakan orang-orang telah dijepit di bawah lantai tetapi tidak jelas berapa banyak yang terluka. Dua yang tewas adalah pria Korea Selatan, dikutip dari Sky News, Sabtu (27/7/2019).

Kapten tim polo air pria Selandia Baru Matt Small mengatakan: "Kami baru saja menari dan kemudian menit berikutnya kami turun lima hingga enam meter dan semua orang mulai bergegas keluar dari klub setelah itu."

Dia mengatakan kepada Radio Sport Selandia Baru: "Kami ... jatuh di atas kepala orang lain yang berada di bawah kami."

 

Ada beberapa kebingungan tentang kewarganegaraan mereka yang terluka.

Kantor berita Korea Selatan Yonhap mengatakan sembilan atlet asing cedera -empat orang Amerika, dua Selandia Baru, satu Belanda, satu Italia, dan satu Brasil.

The Associated Press mengatakan yang terluka termasuk dua orang Amerika dan dua siswa pertukaran Uzbekistan.

Anggota tim polo air wanita Australia juga berada di klub, merayakan perunggu kejuaraan mereka, tetapi tidak terluka.

Tiga orang dirawat di rumah sakit dan yang lainnya pergi ke pusat medis desa para atlet dan dirawat karena cedera ringan.

Seorang petugas polisi mengatakan kepada Reuters bahwa dua pemilik klub dan dua pekerja sedang ditanyai tentang kemungkinan perluasan dan renovasi ilegal.

Kompetisi olahraga air diselenggarakan oleh FINA dan akan selesai pada hari Minggu.

FINA mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya "sangat menyesali situasi dan mengirimkan harapan terbaiknya kepada setiap korban kecelakaan ini".

"Karena beberapa peserta Kejuaraan hadir pada saat kecelakaan, FINA dengan hati-hati memantau situasi dan akan mengaktifkan semua tindakan untuk memastikan perawatan kesehatan dan bantuan diberikan kapan pun diperlukan."

TAG

BERITA TERKAIT