Sabtu, 13 Juli 2019 07:00
Pelaku mutilasi Deni Prianto alias DP.
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Setelah mendapatkan uang Rp20 juta, DP (37) tega memutilasi korbannya, KW (51). Dia nekat setelah ditagih untuk mengembalikan pinjaman tersebut.

 

Kanit III Satreskrim Polres Banyumas, Iptu Rizky Adhiyanzah mengungkap kasus ini berdasarkan pengakuan DP. Sejak awal, dia sudah punya niat jahat.

Perkenalan mereka berawal dari Facebook. DP memasang foto profil mengenakan seragam taruna. Di Facebook itu, dia mengaku di pelayaran.

Entah bagaimana ceritanya hingga mereka bisa berkenalan lebih dekat. Menurut Rizky, DP empat kali bertemu langsung dengan KW. DP selalu meminta uang dengan dalih pinjaman dengan alasan belum gajian. 

 

Uang itu diberikan melalui transfer. Tersangka menjanjikan akan membayar utang tersebut setelah menerima gaji. Kepada KW, DP mengaku masih bujang alias belum menikah.

Sebelum dimutilasi, KW menagih pinjaman itu. DP bilang Senin (8/7/2019) mau ambil gaji di Jakarta. Pada Minggu, tersangka mengajak korban ketemu di Bandung. Mereka sempat jalan-jalan di Bogor. Di sana lah KW dieksekusi.

KW diketahui PNS yang bekerja di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bandung. 

Menurut suaminya, Mimin menjelaskan, Komsatun pergi sejak Minggu 7 Juli lalu membawa sebuah mobil.

Mimin mengaku kaget mendengar informasi kasus mutilasi sadis tersebut. Bahkan informasi bahwa korban merupakan Komsatun sudah diketahui karyawan lain di Kemenag Bandung. 

Pelaku ditangkap saat sedang transaksi tukar tambah mobil milik korban. Saat itu, dia hendak mengambil sisa uang penjualan mobilnya di sebuah showroon di Purwokerto.
 

TAG

BERITA TERKAIT