Selasa, 09 Juli 2019 23:57
Anak naik gunung dan hiking. (Shutterstock)
Editor : Fathul Khair Akmal

RAKYATKU.COM - Bisa mencapai puncak-puncak gunung tertinggi ternyata bukan cuma impian orang dewasa, tapi juga balita bernama Jaxon Krzysik. Tidak seperti bocah pada umumnya, Jaxon bahkan sudah mendaki tiga gunung tertinggi di Inggris di usia tiga tahun.

 

Ya, dia sudah menyelesaikan Three Peaks Challenge atau tantangan tiga puncak, yang terdiri dari Gunung Snowdon di Wales (1.085 m), Scafell Pike di Inggris (978 m), dan Ben Nevis di Skotlandia (1.345 m).

Tak disangka, lelaki kecil itu melakukannya untuk mengenang sahabatnya Ralph yang meninggal di usia dua tahun karena didiagnosis menderita cerebral palsy.

"Jaxon berpikir Ralph ada di langit dan dia masih bertanya tentangnya. Dia tahu apa yang terjadi dan tahu kita mendaki gunung untuk Ralph," kata ibu Jaxon, Jade.

 

Meski Jaxon terlihat sangat menikmati setiap pendakian tersebut, tentu saja, dia pernah merasa kesulitan di beberapa tempat dan orang tua nya harus menyemangatinya.

"Saya menangis ketika saya mengetahui apa yang Jaxon lakukan adalah untuk Ralph. Luar biasa, benar-benar menarik hati saya," ungkap Jade lagi dikutip dari suara.com.

Bahkan, melalui berbagai oendakiannya, Jaxon juga mengumpulkan uang untuk amal, yang akan diberikan pada Cerebra, sebuah badan amal untuk anak-anak yang mengalami cedera otak. Hingga saat ini ia sudah mengumpulkan lebih dari Rp 14 juta untuk Cerebra.

Jade juga mengisahkan, bahwa sejak usia Jaxon dua tahun, dia telah dibiasakan melakukan perjalanan panjang bersama sang ayah.

Ayah dan anak itu bahkan juga telah mencapai beberapa puncak terbesar di Lake District dan Yorkshire. Secara keseluruhan, Jaxon berhasil berjalan sejauh 37 mil (10.052 kaki) dan setinggi 3.064 meter (10.052 kaki).

Banyak orang yang menerima tantangan untuk menaklukkan ketiga puncak pada hari yang sama. Jaxon memecahkan rekor yang dibuat oleh Lucas Lawrenson, yang berhasil memanjat ketiga gunung dalam waktu 24 jam pada bulan Mei lalu.

"Scafell Pike sejauh ini yang paling sulit. Kondisinya sangat buruk," tambah ayah Jaxon, Cal.

"Ia hanya memiliki kaki kecil sehingga butuh waktu lebih lama daripada kebanyakan orang untuk mendaki. Tapi dia benar-benar menikmatinya. Kita harus memastikan pendakian yang aman tentu saja dia harus tahu betapa berbahayanya gunung-gunung itu," ungkap Cal lagi.

TAG

BERITA TERKAIT