Sabtu, 06 Juli 2019 13:09
KCNA
Editor : Suriawati

RAKYATKU.COM - Pertemuan mendadak Kim Jong-un dengan Donald Trump pekan lalu di DMZ telah menimbulkan citra buruk bagi Pemimpin Korea Utara.

 

Pertemuan itu membuat orang-orang Korea Utara bertanya-tanya mengapa pemimpin mereka bergegas menemui Presiden AS.

Menurut laporan, pertemuan itu telah merusak gambaran bahwa Korea Utara memiliki pemimpin yang kuat dan proaktif.

Selain itu, ada juga kritik terhadap propaganda Pyongyang yang menyatakan bahwa pertemuan itu bersejarah. 

 

"Pihak berwenang mempropagandakan bahwa Korea Utara adalah negara paling kuat di dunia dan Kim Jong-un memimpin dunia dengan kemampuan dan keberaniannya yang luar biasa, jadi mengapa dia bergegas menemui Presiden Trump di Panmunjom?" kata seorang sumber Korea Utara mengatakan kepada Radio Free Asia.

"Para pejabat mengatakan bahwa Kim Jong-un mungkin agak terlalu bersemangat untuk bertemu dengan presiden."

"Warga, terutama pejabat, mengejek propaganda pihak berwenang." 

Dalam propagandanya, Pyongyang menyatakan pertemuan di DMZ adalah sesuatu yang luar biasa, karena Trump menjadi Presiden pertama AS yang masuk ke Korea Utara.

Kim sendiri juga memuji momen itu. "Saya percaya ini adalah ekspresi dari kesediaannya untuk menghilangkan semua masa lalu yang disayangkan dan membuka masa depan yang baru," katanya.

Dia menambahkan bahwa dia 'terkejut' ketika Trump mengusulkan pertemuan di Twitter. 

Di lain sisi, Trump mengatakan dia 'bangga' untuk melangkahi garis ke Korea Utara, dan bahwa dia melakukan 'pertemuan luar biasa' dengan Kim.

TAG

BERITA TERKAIT