RAKYATKU.COM - Sebuah penerbangan mesti mengalami penundaan selama 19 jam di Paris, Perancis setelah staf maskapai penerbangan diduga merusak pesawat.
Salah satu penumpang menceritakan hal tersebut, seperti dikutip dari Mirror Online, Minggu (7/7/2019). Michelle, ibunya dan saudara perempuannya akan meninggalkan ibukota Prancis pada pukul 10 malam pada hari Kamis lalu setelah membawa putranya, Christopher, dalam liburan impian ke resor.
Tetapi ibu itu mengklaim staf Aer Lingus "merusak bagian belakang pesawat" ketika mereka mencoba menempelkan tangga ke pesawat.
Dan "masalah teknis" menyebabkan penundaan 19 jam kembali ke Dublin, Irlandia.
Michelle mengatakan kepada Dublin Live: "Kami diberitahu bahwa staf bandara secara tidak sengaja merusak pesawat yang menghubungkan tangga saat kami akan naik.
"Kami dibuat berdiri di gerbang asrama sampai jam 3 pagi sebelum mereka membuat keputusan untuk menempatkan kami di sebuah hotel.
"Pembaruan terakhir yang kami dengar adalah bahwa mereka telah memperbaiki pesawat dan bahwa ada kemungkinan kami dapat melakukan perjalanan pulang menggunakan pesawat yang sama.
"Semua orang kelelahan dan Christopher benar-benar lelah sekarang."
Aer Lingus segera menempatkan penumpang di sebuah hotel setelah cobaan itu dan dia sangat senang dengan layanan mereka.
"Kami memesan melalui agen perjalanan sehingga tidak ada yang memberi tahu kami tetapi mereka mengirim SMS kepada orang-orang yang memesan langsung dengan maskapai dan kami hanya mengikuti mereka.
"Aer Lingus brilian dan melakukan segala yang mereka bisa untuk memfasilitasi penumpang yang terdampar."
Michelle dan keluarganya akan meninggalkan Paris pada hari Jumat malam sehingga 19 jam sejak mereka awalnya karena jet rumah.
"Kami terpaksa meninggalkan hotel tidak lama setelah jam 11 pagi pada hari Jumat pagi dan tidak ada penerbangan sampai jam 5:30 sore waktu setempat. Jadi, kami akan menunggu beberapa jam lagi sebelum kami naik pesawat."