Sabtu, 06 Juli 2019 09:39
Reuters
Editor : Suriawati

RAKYATKU.COM - Hampir 1.000 orang telah tewas sejak komandan militer pemberontak Libya, Khalifa Haftar melancarkan serangan untuk merebut ibu kota Tripoli.

 

Tentara Nasional Libya (LNA) di bawah Haftar melancarkan serangan pada awal April untuk merebut ibukota dari pasukan yang setia kepada pemerintah, yang diakui PBB.

Serangan udara dan pertempuran darat telah menyebabkan hampir 1.000 orang tewas dan sekitar 5.000 lainnya cedera, kata WHO. Mereka tidak merinci berapa jumlah korban dari warga sipil dan pejuang. 

Pertempuran itu juga telah memaksa lebih dari 100.000 orang untuk meninggalkan rumah mereka.

 

Angka yang diumumkan pada hari Jumat termasuk setidaknya 60 migran. Mereka tewas dalam serangan udara dahsyat di pusat penahanan di pinggiran Tripoli Tajoura pada Selasa malam. 

Badan-badan PBB dan kelompok-kelompok kemanusiaan telah berulang kali menyuarakan keprihatinan atas nasib ribuan migran dan pengungsi yang ditahan di pusat-pusat penahanan di dekat zona tempur di ibukota.

Menurut PBB, sekitar 5.700 migran dan pengungsi ditahan di pusat-pusat penahanan di Libya, 3.300 di antaranya rentan terhadap pertempuran di dan sekitar Tripoli. 

Libya telah menjadi saluran utama bagi para migran dan pengungsi yang ingin mencapai Eropa.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan para migran menghadapi pelanggaran mengerikan di Libya dan bahwa keadaan mereka memburuk sejak Haftar melancarkan serangan terhadap Tripoli.

TAG

BERITA TERKAIT