Rabu, 03 Juli 2019 21:40
Ketua ARSI Sulsel, Dr. dr. H. Muh. Basir Palu Sp.A (OPHIK RAKYATKU.COM/FOTO)
Editor : Muh. Taufik

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Salah satu persoalan yang dihadapi Rumah Sakit Swasta saat ini adalah lambatnya klaim pembayaran dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Hal ini terungkap dalam rapat kerja Asosiasi Rumah Sakit Swasta (ARSI) Sulsel, baru baru ini.

 

Ketua ARSI Sulsel, Dr. dr. H. Muh. Basir Palu Sp.A menyatakan kendala ini sudah berlangsung cukup lama, yakni dalam 3 tahun terakhir. "Kita tidak tahu hambatan apa, klaim BPJS itu bayarannya agak terlambat kadang tiga (sampai) empat bulan," ungkapnya.

Menurut Basir, hal ini cukup mengkuatirkan bagi pengelola RS Swasta, sebab mereka membiayai operasionalnya sendiri tanpa disubsidi oleh pihak lain termasuk pemerintah. Meski begitu lanjutnya, pihaknya tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat yang menggunakan BPJS Kesehatan.

 

Selain persoalan terlambatnya klaim, hal lain yang juga dianggap cukup rumit adalah adanya proses berjenjang dalam sistem rujukan BPJS Kesehatan. "Secara umum selain keterlambtan pembayaran dan dipending, adanya proses berjenjang, dari RS (tipe) b, ke (tipe) c," ungkap Basir.

Olehnya, Basir yang juga Direktur RS Wisata UIT ini berharap, agar pihak BPJS Kesehatan bisa lebih terbuka dan komunikatif dalam proses pelayanan. "Harapan atau imbauan kami dari rumah sakit swasta harus bekerja sama, komunikasi, terbuka, dan koordinasi (harus) berjalan baik, baik dari pemegang kebijakan pemerintah, Dinas Kesehatan, kabupaten, pihak BPJS," harapnya.

Menurut Basir, tidak mungkin RS bisa berjalan tanpa BPJS Kesehatan dan sebaliknya BPJS Kesehatan tidak bisa berjalan tanpa RS. "Jalan terbaik harus memang bekerjasama. Saya sebagai Ketua ARSI memposisikan diri agar RS swasta mampu beraktifitas, tanpa mengalami defisit dan pelayanan masyarakat tetap berjalan dengan baik," pungkasnya.

TAG

BERITA TERKAIT