Selasa, 02 Juli 2019 09:41
Editor : Andi Chaerul Fadli

RAKYATKU.COM - Sebuah rudal nyasar menghantam Siprus, ibukota Nicosia pada Senin pagi. Rudal yang menabrak lereng gunung itu diduga dampak dari serangan Israel terhadap Suriah.

 

Ledakan itu terjadi sekitar pukul 1 dini hari di wilayah Tashkent, juga dikenal sebagai Vouno, sekitar 20 kilometer timur laut Nicosia, dengan dampak membakar bukit-bukit dan terdengar bermil-mil di sekitarnya, dikutip dari Asia One, Selasa (2/7/2019).

Sebuah serangan udara Israel sedang berlangsung terhadap Suriah pada saat itu. Media pemerintah Suriah mengatakan pertahanan udara Suriah telah ditembakkan sebagai tanggapan atas serangan Israel.

"Penilaian pertama adalah bahwa rudal buatan Rusia yang merupakan bagian dari sistem pertahanan udara yang terjadi tadi malam dalam menghadapi serangan udara terhadap Suriah, menyelesaikan jangkauannya dan jatuh ke negara kita setelah terjawab," Menteri Luar Negeri Kudret Ozersay mengatakan dalam sebuah postingan di Facebook.

 

Dia mengatakan ledakan itu diduga terjadi sebelum dampak karena tidak ada kawah.

"Potongan-potongan yang jatuh ke beberapa titik berbeda membuktikan bahwa rudal meledak di udara sebelum jatuh," katanya.

Siprus terletak di sebelah barat Suriah. Pesawat-pesawat tempur Israel menembakkan rudal yang menargetkan posisi militer Suriah di Homs dan pinggiran Damaskus semalam dalam serangan yang menewaskan sedikitnya empat warga sipil dan melukai 21 lainnya.

Insiden aneh itu akan menjadi yang pertama kalinya Siprus terjebak dalam garis silang operasi militer di Timur Tengah meskipun kedekatannya dengan wilayah tersebut.

Seorang analis militer Siprus Yunani, Andreas Pentaras mengatakan puing-puing itu menunjukkan bahwa itu adalah rudal S-200 buatan Rusia, yang dapat memiliki jangkauan hingga 400 kilometer.

Teknologi jamming bisa mengalihkan rudal, katanya. Analis lain mengatakan bahwa, jika hipotesis rudal terbukti benar, itu bisa saja salah.

TAG

BERITA TERKAIT