Sabtu, 29 Juni 2019 17:57
Instagram
Editor : Suriawati

RAKYATKU.COM - Kampanye #BlueForSudan telah dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

 

Kapanya tersebut dimulai awal bulan ini menyusul kematian aktivis Sudan, Mohamed Mattar.

Dia adalah satu dari sekitar 100 orang yang tewas dalam penumpasan terhadap demonstran di Khartoum. Pada saat kematiannya, avatar online-nya adalah lingkaran berwarna biru tua, warna favoritnya.

Sebagai bentuk dukungan, ribuan pengguna media sosial mulai mengubah avatar mereka menjadi biru. Di Instagram, hampir 50.000 posting terbaru menggunakan tagar #BlueforSudan. Di Twitter, jumlahnya lebih banyak, yaitu lebih dari 80.000.

 

Namun seiring dengan curahan simpati, muncul serangkaian akun yang dirancang untuk memanen suka, share, dan pengikut.

Salah satu diantaranya adalah akun bernama 'Meal Project'. Ini menebar klaim bahwa jika Anda menyukai postingannya, atau mengikuti akunnya, akan memicu sumbangan amal dan berupakan makanan dan tempat tinggal untuk anak-anak Sudan.

Pada kenyataannya, tidak ada bukti bahwa akun Meal Project melakukan apa pun untuk mendukung orang atau pengunjukrasa Sudan.

Kisah ini pertama kali mendapat perhatian luas dalam sebuah kisah di The Atlantic, setelah reporter Taylor Lorenz merinci akun palsu.

Setelah penemuan itu, banyak akun telah dihapus, tapi tidak semuanya. Lebih seminggu kemudian, BBC menemukan bahwa sekitar 30 akun serupa masih hidup. Beberapa bahkan memiliki ribuan pengikut.

Diduga bahwa akun-akun ini menggunakan tren Sudan untuk membangun popularitas mereka, untuk kemudian menguangkan iklan, sponsor, dan kegiatan lain yang berpotensi menguntungkan.

Menurut BBC, beberapa akun palsu terkait Sudan telah mengubah nama mereka untuk mencoba bermain-main dengan topik populer lainnya. Misalnya, ada yang menjual akun Fortnite.

Para scammer ini telah dikritik oleh badan amal yang benar-benar bekerja di Sudan.

"Saya benar-benar berpikir itu sangat tidak sopan kepada orang-orang Sudan," kata juru bicara Unicef, Joe English.

Instagram sendiri telah mengonfirmasi bahwa salah satu akun Project Meal telah dihapus, tetapi menolak untuk mengatakan berapa banyak akun serupa yang dihilangkan secara total.

"Ini adalah masalah yang kami ketahui dan kami terus mencari masalah ini untuk menonaktifkan akun lain yang melanggar kebijakan kami," kata seorang juru bicara perusahaan dalam sebuah pernyataan, dikutip BBC.

Instagram mengatakan pihaknya mendesak pengguna untuk melaporkan akun mencurigakan.

TAG

BERITA TERKAIT