RAKYATKU.COM - Seorang pria Australia dikabarkan telah ditahan di Korea Utara.
Media Australia dan Korea Selatan mengidentifikasi dia sebagai Alek Sigley, seorang mahasiswa berusia 29 tahun yang tinggal di Pyongyang.
Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia mengatakan bahwa pihaknya sedang mengupayakan klarifikasi mengenai laporan tersebut.
"Karena kewajiban privasi kami, kami tidak akan memberikan komentar lebih lanjut," katanya, dikutip ABC.
Australia tidak memiliki kedutaan besar di Korea Utara, dan memiliki akses diplomatik terbatas melalui kedutaan Swedia.
Untuk saat ini tidak diketahui mengapa pria itu ditahan. Teman-temannya melaporkan bahwa dia menghilang awal minggu ini.
Sigley dibesarkan di Perth dan bersekolah di SMA Rossmoyne, sebelum kuliah di Universitas Nasional Australia di Canberra.
Saat ini dia menempuh pendidikan S-2 sastra Korea di Universitas Kim Il-sung di ibukota Korea Utara.
Dia adalah pendiri Tongil Tours, sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam tur ke Korea Utara.
Pada tahun 2017 dia mengatakan kepada ABC bahwa Korea Utara adalah "negara yang mempesona, tidak ada negara lain di dunia seperti Korea Utara". Dia juga mengatakan tidak berbahaya untuk bepergian ke sana.
Dalam laporan tentang hidupnya, yang diterbitkan oleh The Guardian pada bulan Maret, dia menggambarkan dirinya sebagai "satu-satunya orang Australia yang tinggal di Korea Utara".