RAKYATKU.COM - Alergi makanan adalah masalah kesehatan paling umum yang mempengaruhi anak-anak.
Susu, telur, kedelai, gandum, kacang-kacangan, ikan, dan kerang adalah jenis makanan yang bisa memicu alergi.
“Orang tua harus mampu mengenali reaksi alergi terhadap makanan sehingga mereka dapat mencari bantuan,” kata Dr. Aikaterini Anagnostou, seorang profesor alergi anak di Baylor College of Medicine, dikutip dai Healthline.
Secara teknis, tidak ada obat untuk alergi, meskipun mereka dapat dikelola dengan menghindari pemicunya.
Namun, orang tua perlu mengingat bahwa gejala dapat muncul kembali kapan saja.
Gejala alergi:
Jika Anda memperhatikan gejala berikut pada bayi Anda, maka kemungkinan besar dia mengalami alergi:
- Ruam kulit
- Gatal-gatal
- Pembengkakan pada bibir, lidah, atau tenggorokan
- Sesak napas, sulit bernapas, atau mengi (suara siulan saat bernafas)
- Pusing atau pingsan
- Sakit perut, kembung, muntah, atau diare
- Bersin, hidung gatal atau berdarah, pilek, atau mata gatal.
Cara mengatasi:
Jika Anda curiga anak Anda memiliki alergi, atau tahu mereka memiliki alergi, segera hubungi dokter.
Dokter akan mendiagnosis alergi dengan meninjau riwayat medis pasien dan melakukan pemeriksaan fisik. Beberapa pasien memerlukan rontgen paru-paru atau sinus.
Mereka juga melakukan tes alergen, yang bisa melibatkan pemaparan kulit terhadap alergen, mengoleskan tambalan, atau mengambil darah.