Minggu, 23 Juni 2019 09:14
Jared Kushner (AFP)
Editor : Suriawati

RAKYATKU.COM - Gedung Putih merilis Peace to Prosperity atau rencana perdamaian Timur Tengah pada hari Sabtu (22/06/2019).

 

Itu menguraikan "visi ekonomi" pemerintahan Donald Trump untuk wilayah Palestina dan negara-negara Arab, dengan investasi $50 miliar (Rp706 triliun).

Ini diumumkan seminggu menjelang konferensi diplomatik di Bahrain yang akan dipimpin oleh penasihat senior Jared Kushner.

"Peace to Prosperity adalah sebuah visi untuk memberdayakan rakyat Palestina untuk membangun masyarakat Palestina yang makmur dan bersemangat," tulis Gedung Putih dalam lembar fakta tentang rencana tersebut.

 

"Ini terdiri dari tiga inisiatif yang akan mendukung pilar berbeda dari masyarakat Palestina: ekonomi, rakyat, dan pemerintah."

Pendekatan ekonomi ini dimaksudkan untuk menunjukkan kepada rakyat Palestina bahwa masa depan yang makmur mungkin terjadi jika mereka menyusun rencana perdamaian dengan Israel.

Apa yang diumumkan ini masih bagian pertama, dan batch ke-duanya akan dirilis pada musim gugur. Yang itu kabarnya bertujuan untuk mengatasi implikasi politik dari proses perdamaian Israel-Palestina.

Namun rencana Gedung Putih telah menuai kritik dari beberapa kalangan.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan bulan lalu, sebuah kelompok yang mewakili sektor swasta Palestina menuduh pemerintahan Trump "seolah-olah menawarkan wortel di depan tongkat".

Mereka mengkritik AS karena menolak untuk melepaskan rencana ekonomi dan visi politiknya untuk perdamaian Timur Tengah secara bersamaan.

TAG

BERITA TERKAIT