RAKYATKU.COM - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe melakukan perjalanan ke Iran pada hari Rabu (12/06/2019).
Perjalanan itu menjadikan Abe sebagai perdana menteri pertama Jepang yang mengunjungi Iran dalam empat dekade.
Dia diperkirakan akan mengadakan pembicaraan baik dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, maupun Presiden Hassan Rouhani.
Kunjungan itu kabarnya bertujuan untuk mengurangi ketegangan antara Washington dan Teheran terkait program nuklir Iran.
Namun, pengamat telah menyatakan keraguan atas apa yang sebenarnya bisa dicapai.
Bagi Abe, perjalanan itu mungkin membantu meningkatkan citranya sebagai negarawan global menjelang pemilihan di negara asalnya, kata para pakar.
Yang jauh lebih penting adalah bahwa perjalanan itu dilakukan tidak lama setelah Presiden AS Donald Trump melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang.
Dan, hubungan AS dengan Iran telah menukik setelah Trump menarik Washington dari kesepakatan nuklir 2015.
Ketegangan semakin meningkat ketika AS mengirim kapal induk ke wilayah itu, menimbulkan kekhawatiran akan adanya konfrontasi yang sebenarnya.
Jadi ada harapan bahwa Abe mungkin dapat terlibat dalam diplomasi antara kedua belah pihak, dan membuat bersedia duduk di meja perundingan.
Jepang dulu mengimpor minyak dari Iran. Menyusul sanksi baru AS, negara itu membungkuk ke Washington dan menghentikan impor.
Meskipun Jepang dapat bertahan dengan baik tanpa minyak Iran, setiap konflik di Timur Tengah mungkin akan menaikkan harga minyak dan itu secara alami akan banyak mempengaruhi negara itu.