Selasa, 11 Juni 2019 21:06
Karavan migran AS berdiri di jalan setelah polisi federal secara singkat memblokir jalan mereka di luar kota Arriaga, Sabtu, 27 Oktober 2018. (Rodrigo Abd / AP)
Editor : Suriawati

RAKYATKU.COM - Meksiko memiliki 45 hari untuk mengurangi jumlah migran yang melintasi wilayah AS. Jika gagal, maka negara itu kemungkinan besar akan menghadapi tarif AS.

 

Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard mengatakan akan mencoba memperkuat perbatasan selatan mereka untuk mewujudkan keinginan Presiden AS Donald Trump.

Ebrard menambahkan bahwa mereka siap bekerja dengan negara-negara Amerika Latin lainnya untuk membendung arus migran.

Dalam hal ini, Meksiko akan mengerahkan Pasukan Nasionalnya ke seluruh negeri mulai Senin. 6.000 tentara tambahan juga akan dikirim ke perbatasan selatan dengan Guatemala.

 

Meskipun tidak ada target spesifik yang telah ditetapkan, Ebrard mengatakan langkah-langkah itu akan dievaluasi pada pertengahan Juli.

Jika jumlah migran tidak turun pada saat itu, maka diskusi akan dilakukan dengan Brasil, Panama dan Guatemala, negara-negara yang saat ini digunakan oleh migran sebagai titik transit.

Batas waktu 45 hari itu disepakati dengan AS pada hari Jumat selama "negosiasi paling sulit".

Ebrard mengatakan bahwa negosiator AS ingin Meksiko berkomitmen untuk "tidak ada migran" yang melintasi wilayahnya.

Pada bulan Februari, Trump mengumumkan keadaan darurat di perbatasan AS-Meksiko.

Pada bulan Mei, Trump mengancam akan mengenakan tarif 5% untuk barang-barang Meksiko pada tanggal 10 Juni dan naik sebesar 5% setiap bulan hingga mencapai 25% pada bulan Oktober, jika Meksiko tidak mengambil tindakan substansial untuk menghentikan migrasi.

Meksiko saat ini merupakan salah satu mitra dagang terbesar bagi AS, tepat di belakang China dan Kanada.

TAG

BERITA TERKAIT