Selasa, 11 Juni 2019 16:46
Reuters
Editor : Suriawati

RAKYATKU.COM - Korea Utara dituduh melakukan eksekusi publik untuk menghasut ketakutan di kalangan publik.

 

Hal itu diungkapkan oleh kelompok HAM Transitional Justice Working Group (TJWG) yang berbasis di Seoul, Korea Selatan pada hari Selasa (11/06/2019).

Laporan itu menunjukkan 323 situs yang digunakan oleh pemerintah untuk menggelar hukuman mati.

Dilansir dari Reuters, TJWG menyusun laporannya berdasarkan hasil penelitian selama empat tahun, dan wawancara dengan lebih dari 600 pembelot Korea Utara yang tinggal di luar negeri.

 

"Eksekusi publik bertujuan untuk mengingatkan orang akan posisi kebijakan tertentu yang dimiliki negara," kata direktur riset TJWG, Sarah A. Son.

"Tapi alasan kedua dan yang lebih kuat adalah menanamkan budaya ketakutan di antara orang-orang biasa."

Dikatakan bahwa mereka yang dieksekusi di depan umum termasuk anggota elit, seperti paman Kim Jong Un, Jang Song Thaek, pada tahun 2013.

Tetapi banyak juga orang biasa yang berakhir dengan hukuman mati. Tuduhan paling umum termasuk mencuri tembaga dan ternak. Ada juga yang dieksekusi karena melakukan kegiatan "anti-negara" dan secara ilegal menyeberang ke China.

Laporan itu mengatakan bahwa eksekusi publik biasanya disaksikan hingga ratusan orang, dan kadang-kadang 1.000 atau lebih. Orang termuda yang menyaksikan eksekusi publik berusia 7 tahun, kata TJWG.

Kelompok ini menemukan bahwa 35 laporan eksekusi publik berasal dari satu tepi sungai tertentu. Enam dari eksekusi dilakukan dengan cara digantung dan 29 oleh regu tembak.

TJWG mengatakan bahwa 83 persen dari 84 orang yang disurvei telah menyaksikan eksekusi publik pada suatu waktu, tetapi tidak memberikan data spesifik tentang seberapa umum eksekusi seperti itu terjadi.

Juga tidak dikatakan apakah itu semakin sering dilakukan.

Kelompok itu memperingatkan bahwa sampel survei berdasarkan kesaksian para pembelot, belum tentu representatif.

Perlu dicatat bahwa beberapa laporan eksekusi di Korea Utara terbutkti tidak benar, di mana pejabat yang dilaporkan telah dieksekusi muncul kembali di mata publik.

Bulan ini, ada laporan tentang eksekusi para pejabat yang terlibat dalam pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat.

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump tampaknya meragukan laporan berita tentang eksekusi tersebut.

"Saya tidak tahu apakah laporannya benar," kata Trump. "Mereka suka dengan cepat menyalahkan Kim Jong Un."

TAG

BERITA TERKAIT