Minggu, 09 Juni 2019 12:24
Rudal anti pesawat S-400
Editor : Suriawati

RAKYATKU.COM - Amerika Serikat telah memberikan ultimatum kepada Turki terkait pembelian sistem rudal anti-pesawat Rusia.

 

BBC melaporkan bahwa Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan menetapkan ultimatum dalam sebuah surat untuk Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar.

Dalam surat itu, pemerintahan Turki diberi batas waktu hingga akhir Juli untuk memilih antara membeli jet tempur canggih F-35 Amerika atau sistem S-400 Rusia.

Turki tidak diperbolehkan memiliki keduanya, jadi harus memilih salah satu.

 

Amerika berpendapat bahwa sistem Rusia tidak kompatibel dengan sistem pertahanan NATO dan menimbulkan ancaman keamanan. Oleh karena itu, mereka ingin Turki membeli sistem anti-pesawat Patriot buatan AS.

Dalam suratnya, Shanahan mengatakan bahwa AS "kecewa" mendengar bahwa personel Turki telah dikirim ke Rusia untuk berlatih menggunakan S-400.

"Turki tidak akan menerima F-35 jika Turki menerima pengiriman S-400," tulisnya. "Anda masih memiliki opsi untuk mengubah arah pada S-400."

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Selasa bahwa negaranya "bertekad" untuk melanjutkan kesepakatan S-400.

"Sayangnya kami belum menerima proposal positif dari pihak Amerika mengenai masalah Patriot seperti S-400 dari Rusia," katanya.

Turki telah menandatangani kesepakatan dengan AS untuk membeli 100 jet F-35.

Apa itu sistem S-400?
Sistem rudal anti pesawat S-400 adalah salah satu sistem rudal surface to air paling canggih di dunia.

Itu memiliki jangkauan 400 km, dan satu sistem terintegrasi dapat menembak hingga 80 target secara bersamaan.

Rusia mengatakan dapat mencapai target udara, mulai dari drone yang terbang rendah hingga pesawat terbang di berbagai ketinggian, dan rudal jarak jauh.

TAG

BERITA TERKAIT