Kamis, 06 Juni 2019 03:03
Pasukan keamana bergerak melawan demonstran pada hari Senin (AFP)
Editor : Suriawati

RAKYATKU.COM - Empat puluh mayat ditarik dari Sungai Nil, menyusul tindakan keras terhadap protes pro-demokrasi di Sudan, kata aktivis oposisi, Rabu (05/06/2019).

 

"Empat puluh mayat para martir mulia kami ditemukan dari sungai Nil kemarin," kata Central Committee of Sudanese Doctors dalam sebuah posting Facebook.

Kelompok dokter itu mengatakan, mayat-mayat itu termasuk di antara 100 orang yang diyakini tewas sejak pasukan keamanan menyerang kamp protes pada hari Senin.

Seorang mantan petugas keamanan yang dikutip oleh Channel 4 mengatakan bahwa beberapa dari mereka yang dibuang ke sungai Nil telah dipukuli atau ditembak mati dan yang lainnya dipenggal hingga mati dengan parang.

 

"Itu pembantaian," kata sumber yang tidak disebutkan namanya itu.

Apa yang terjadi di Sudan?
Demonstran telah menduduki alun-alun di depan markas militer sejak 6 April, beberapa hari sebelum Presiden Omar al-Bashir digulingkan setelah 30 tahun berkuasa.

Perwakilan mereka telah bernegosiasi dengan Dewan Militer Transisi (TMC) dan menyetujui transisi tiga tahun yang akan berujung pada pemilihan.

Tetapi pada hari Senin, pasukan menyapu dan menembaki demonstran yang tidak bersenjata di alun-alun.

Pada hari Selasa, kepala TMC, Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, mengumumkan bahwa negosiasi dengan para pemrotes telah berakhir, semua perjanjian sebelumnya dibatalkan, dan pemilihan akan diadakan dalam waktu sembilan bulan.

Padahal, demonstran telah menuntut periode yang lebih lama untuk menggelar pemilihan dengan tujuan menjamin pemilihan yang adil dan untuk membongkar jaringan politik yang terkait dengan pemerintahan sebelumnya.

Pada hari Rabu, kepala dewan militer Sudan meminta maaf atas hilangnya nyawa dan menyerukan dimulainya kembali perundingan, tanpa syarat.

Tapi aliansi Sudan dari kelompok pemrotes dan oposisi menolak undangan itu. Salah satu anggota terkemuka mengatakan dewan militer tidak dapat dipercaya.

TAG

BERITA TERKAIT