Selasa, 04 Juni 2019 20:31
Editor : Al Khoriah Etiek Nugraha

RAKYATKU. COM, MAKASSAR - Siswa SMK 3 Kabupaten Gowa menciptakan sebuah alat pendeteksi tsunami. Pendeteksi tsunami ini, dibuat dengan anggaran yang tidak banyak. 

 

"Totalnya cuma sampai Rp80 jutaan. Boleh saya bilang ini alat pendeteksi tsunami paling murah," Kepala Sekolah SMK 3 Kabupaten Gowa, Karnedy Bolong. 

Dana yang digunakan untuk membuat alat pendeteksi tsunami itu kata dia, merupakan hasil patungan dari guru dan sukarelawan. 

Meskipun lebih murah dari alat pendeteksi tsunami lainnya, namun Karnedy menjamin, alat ini dipercaya sangat akurat. Sudah dites di laboratorium secara cermat. 

 

"Alat ini dibuat sekitar 10 siswa. Ditambah beberapa pendamping," tambahnya. 

Karnedy Bolong menjelaskan cara kerja alat pendeteksi tsunami itu. Kata Karnedy, sama halnya dengan alat pendeteksi tsunami yang ada sebelumnya, alat ini juga dipasang di laut. 

"Cuma kalau alat ini, itu yang terdeteksi adalah tekanan atau suhu udara, alat ini sudah berfungsi. Jadi sebelum tinggi air terdeteksi, suhunya saja itu sudah mengirimkan penanda tinggi air," kata Karnedy. 

Alat itu akan mengirim sinyal, jika tinggi air sudah mencapai 1,5 meter. Selanjutnya, sinyal yang dikirim dari alat yang ada di tengah laut tersebut, akan diterima oleh penerima sinyal (receiver) yang ada di gong raksasa andalan, di samping Benteng Rotterdam. 

"Dari sini akan mengeluarkan bunyi gong yang bisa langsung didengar masyarakat," pungkasnya. 

TAG

BERITA TERKAIT