Senin, 03 Juni 2019 11:59
Kivlan Zen
Editor : Mays

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Kivlan Zen, duduk di depan kursi penyidik Polda Metro Jaya. Dia dicecar soal uang sebesar 15 ribu dolar Singapura yang diberikan kepada Helmi Kurniawan. Demikian diungkap pengacara Kivlan, Burhanuddin.

 

Helmi, salah dari lima tersangka yang diduga akan membunuh 4 tokoh nasional saat aksi 22 Mei 2019.

Burhanuddin bilang, dalam penyelidikan, Kivlan membantah tuduhan pemberian uang itu untuk mendanai rencana pembunuhan empat tokoh nasional.

"Tidak ada keterkaitan dengan versi polisi [untuk] membunuh empat orang, dan sebagainya," kata Burhanuddin.

 

Mantan Kepala Staf Kostrad tersebut kata Burhanuddin, mengakui pernah menggelontorkan uang kepada Helmi Kurniawan pada Maret 2019. Namun itu kata dia, akan digunakan untuk mengadakan sebuah perayaan pada Mei dengan mengumpulkan orang-orang. Hanya saja, Burhanuddin mengaku tak mengingat untuk apa pengumpulan orang-orang dan perayaan tersebut.

Burhanuddin menyebut, Helmi Kurniawan dan kawan-kawan kemudian menyelewengkan dana tersebut. Dia menyebutkan, acara dan perayaan yang akan dibiayai Kivlan itu tidak pernah dilaksanakan.

"Kesimpulannya mereka itu ingkar dan Pak Kivlan menagih sebetulnya ke mereka uang yang sudah dikeluarkan itu," kata dia.

Helmi Kurniawan alias HK telah ditetapkan menjadi tersangka kasus kepemilikan senjata ilegal bersama Azwarmy atau AZ, yang merupakan sopir pribadi Kivlan Zen. Empat tersangka lainnya yakni Tajudin alias TJ, IR, AD, dan AF.

Empat tokoh yang disebut menjadi target pembunuhan itu adalah Menko Polhukam Wiranto, Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Budi Gunawan, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, serta Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere.

TAG

BERITA TERKAIT