Minggu, 02 Juni 2019 16:40
Angela dan bayinya
Editor : Suriawati

RAKYATKU.COM - Seorang ibu yang dilanda kesedihan menceritakan bagaimana putrinya menggiring mereka dari "surga ke neraka yang paling dalam" karena didiagnosis menderita kanker otak.

 

Wendy Crawley, dari Inggris membagikan kisah memilukan itu kepada 276 tamu di Belfast Brain Game dan berterima kasih kepada badan amal Marie Curie atas dukungannya.

Wendy mengatakan, putrinya, Angela mengalami dua kejang di rumah sakit setelah mereka kembali dari perjalanan keluarga di Italia. Pada saat itu dia sedang hamil 30 minggu.

"Setelah banyak tes, Angela didiagnosis dengan tumor otak stadium 4 dan diberi tahu bahwa dia hanya akan memiliki enam bulan hingga dua tahun untuk hidup," katanya.

 

"Gadis saya sangat berani, kami sangat bangga padanya. Dia memilih untuk melakukan dua operasi pada satu hari, yaitu operasi caesar untuk melahirkan bayinya yang berusia 30 minggu, diikuti dengan operasi besar untuk mengangkat tumor sebanyak mungkin."

Kedua operasi itu berjalan sukses. Angela beristirahat selama 10 hari setelah operasi dan akhirnya berksempatan menggendong bayinya untuk pertama kalinya. Tapi takdir tidak menginginkan mereka bersama lebih lama.

"Tetapi kesehatannya memburuk pada Mei 2018 dan dia mulai kehilangan keseimbangan dan jatuh," kata Wendy.

Setelah diperiksa, dokter menemukan tumor baru yang berkembang di sisi kanan otak Angela.

Menurut Wendy, Angela dipindahkan ke Rumah Sakit Marie Curie di Belfast dan diberi perawatan yang lembut, dan penuh kasih.

"Pada 28 Juni 2018, sepuluh hari setelah ulang tahunnya yang ke 39, putri kami yang cantik, meninggalkan kami terlalu cepat."

"Ini adalah kisah kami yang memilukan, tetapi kami bukan satu-satunya keluarga yang telah menempuh jalan ini. Ini adalah satu kisah, tetapi ini menyoroti pentingnya perawatan yang diberikan oleh Marie Curie."

Pidato emosional Wendy menyentuh hadirin di acara itu, yang membantu mengumpulkan uang bagi Marie Curie.

TAG

BERITA TERKAIT