Kamis, 30 Mei 2019 14:24
Serkan Golge dalam sebuah foto yang ditunjukkan oleh istrinya, Kubra. (New York Times)
Editor : Suriawati

RAKYATKU.COM - Seorang mantan ilmuwan NASA yang dihukum penjara lebih tujuh tahun di Turki atas tuduhan terorisme tiba-tiba dibebaskan pada Rabu malam.

 

Serkan Golge dibebaskan tanpa penjelasan, beberapa jam setelah panggilan telepon antara presiden Turki dan Amerika Serikat.

Ilmuwan berusia 39 tahun itu adalah warga negara Turki-Amerika. Dia ditangkap saat mengunjungi keluarganya di Turki selatan pada tahun 2016, menyusul upaya kudeta gagal untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Menurut New York Times, istri Golge, Kubra Golge, mengkonfirmasi pembebasan suaminya melalui telepon.

 

Dia mengatakan bahwa Golge baru saja berjalan bebas dari penjara dan kembali dengan orang tuanya ke rumah mereka di kota Hatay.

“Saya baru saja berbicara dengannya di telepon. Dia akan kembali ke keluarganya,” katanya.

“Dia berkata, 'Saya sangat bersyukur saya keluar dari penjara. Saya sangat senang.' Dan saya menangis,” tambahnya.

Presiden Donald Trump dan Erdogan berbicara melalui telepon pada hari Rabu dan membahas "sejumlah masalah bilateral," seperti perdagangan dan tarif, menurut wakil sekretaris pers Gedung Putih, Judd Deere.

Deskripsi resmi Gedung Putih tentang panggilan itu tidak menyebutkan Golge.

Rilis yang dikirim oleh pejabat Turki ke media juga tidak menyebutkan Golge. Itu hanya menyatakan bahwa para presiden membahas sejumlah masalah, termasuk rencana pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia oleh Turki, yang ditentang Washington.

Turki menahan lebih dari selusin warga Amerika, termasuk Golge, serta tiga pegawai Turki dari Konsulat Amerika Serikat, dalam penumpasan setelah kudeta gagal.

TAG

BERITA TERKAIT