RAKYATKU.COM - Seorang pejabat kementerian luar negeri Korea Utara mengatakan bahwa "menyerah pada peluncuran rudal" sama halnya "menyerah pada hak untuk membela diri".
Pernyataan itu dikutip oleh Kantor Berita Korea Utara, KCNA pada hari Senin.
Itu merupakan tanggapan atas komentar Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton, yang mengatakan bahwa Pyongyang telah melanggar resolusi DK PBB dengan mengadakan beberapa peluncuran pada awal Mei.
Menurut KCNA, selain membela haknya untuk membela diri, pejabat itu juga menyebut Bolton sebagai "fanatik perang," dan menuduhnya bekerja untuk menghancurkan perdamaian dan keamanan.
Pada hari Minggu, Presiden AS Donald Trump mengecilkan peluncuran rudal Pyongyang baru-baru ini. Dia mengatakan bahwa "Korea Utara menembakkan beberapa senjata kecil, yang mengganggu beberapa orang saya, dan yang lain, tetapi bukan saya".
Sejak 2018, Korea Utara telah terlibat dalam pembicaraan denuklirisasi dengan Amerika Serikat. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump menyatakan komitmen mereka untuk denuklirisasi Semenanjung Korea pada pertemuan bilateral pertama mereka di Singapura Juni lalu.
Namun, selama pertemuan kedua mereka di Vietnam pada bulan Februari, mereka pulang tanpa membawa hasil.