RAKYATKU.COM - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif telah tiba di Baghdad untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Irak mengenai meningkatnya ketegangan antara negaranya dan Amerika Serikat.
Kunjungannya dilakukan pada hari Sabtu, sehari setelah AS mengumumkan pengerahan 1.500 tentara tambahan ke Timur Tengah. Perkembangan itu disebut Zarif sebagai "berbahaya".
Di Baghdad, Zarif akan bertemu dengan pejabat senior termasuk Perdana Menteri Adel Abdel-Mahdi untuk membahas krisis dengan AS dan konsekuensi regionalnya.
Menurut kantor berita negara Iran, Zarif juga akan bertemu Menteri Luar Negeri Irak, Mohamed al-Hakim, Presiden Irak Barham Salih, dan Abdul-Mahdi.
Irak berada dalam posisi yang sangat sulit karena pengaruh besar yang dimiliki Iran terhadap negara tersebut.
"Sejauh ini Irak adalah sekutu regional terbesar Irak, baik secara ekonomi, politik atau militer," kata Charles Stratford dari Al Jazeera.
Namun Stratford menambahkan bahwa beberapa pemimpin Irak mengatakan bahwa "siapa pun yang mencoba memicu segala jenis konflik politik atau ketidakstabilan di negara ini akan menjadi musuh rakyat Irak".
Sementara itu, Ketua Parlemen Irak Mohamad al-Halbousi mengatakan pada hari Sabtu bahwa Baghdad siap untuk menengahi hubungan AS dan Iran jika diminta untuk melakukannya.
Ketegangan antara AS dan Iran telah meningkat sejak pemerintahan Trump menarik diri dari perjanjian nuklir 2015, dan menerapkan kembali sanksi Amerika yang telah menekan ekonomi Iran.