RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Dalam safari Ramadan di Masjid Nurul Ittihad Ponre Kecamatan Gantarang, Kamis (16/5/2019), Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto meminta doa dan dukungan masyarakat dalam menyelesaikan masa periode kepemimpinannya bersama Bupati AM Sukri Sappewali yang tersisa 1 tahun 8 bulan.
"Dalam rentang sisa waktu ini, kami bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bulukumba, berharap doa dan dukungannya, berharap masukan yang membangun, agar bisa kita lihat bagaimana Bulukumba bisa kita bawa ke arah yang lebih baik," pinta Tomy.
Tomy menuturkan selama tiga tahun lebih, telah banyak kegiatan yang dilaksanakan sesuai cita-cita saat dirinya bersama bupati mendapat amanat dan mandat dari masyarakat Bulukumba. Baik itu perbaikan infrastruktur maupun perbaikan layanan kesehatan dan pendidikan serta perbaikan di berbagai sektor lainnya.
Meski demikian, dalam perjalanannya ia tidak menampik dirinya bersama bupati bukan pemimpin yang sempurna.
"Tidak ada pemimpin yang ingin dihujat oleh rakyatnya. Itulah sebabnya kami senantiasa bekerja keras untuk memastikan program kegiatan akan kami teruskan dalam sisa waktu periode ini yang akan berakhir pada tahun 2021," ungkapnya.
Dikatakannya, di masa pemerintahannya, pihaknya mendorong peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik. Salah satu contoh yang diutarakan misalnya di bidang layanan kesehatan, di mana pemerintah menempatkan dua buah mobil ambulans di Puskesmas, menyediakan mobil jenazah dan pemadam kebakaran di empat zona di Kabupaten Bulukumba.
Semua itu, lanjutnya, sebagai bagian merespons keinginan masyarakat untuk mendekatkan pelayanan-pelayanan dasar. Terkait penyelenggaraan pemerintahan, Tomy menyebut Bulukumba menempati posisi delapan memiliki kinerja tertinggi secara nasional.
"Ini bukan penghargaan kaleng-kaleng. Ini penghargaan yang diterima dari Kementerian Dalam Negeri," ucapnya.
Tomy juga menyinggung, adanya sikap masyarakat yang merasa dianaktirikan dalam pembangunan, seperti kejadian tanam pohon di jalan akibat jalanannya rusak.
Ia mengemukakan panjang jalan di Kabupaten Bulukumba sekitar 1.300 kilometer. Saat dirinya dilantik, kondisi jalan yang rusak berat sudah mencapai 600 kilometer.
Di satu sisi anggaran untuk perbaikan jalan maksimal mencapai Rp100 miliar per tahun, sehingga rata-rata panjang jalan yang bisa diselesaikan setiap tahunnya hanya 60 sampai 70 kilometer.
"Makanya untuk mengalokasikan anggaran, pemerintah berusaha menerapkan prinsip prioritas dan pemerataan," ungkapnya.