RAKYATKU.COM - Seorang pria ditangkap di Israel karena diduga meracuni hampir setengah dari populasi burung hering langka di Dataran Tinggi Golan yang diduduki.
Tersangka itu, yang berusia 30-an, ditahan di desa Beduba, Tuba-Zangariyye.
Menurut laporan BBC, delapan dari 20 burung hering griffon yang tersisa di daerah itu ditemukan tewas pada Jumat pagi.
Insiden itu merupakan pukulan besar bagi upaya untuk menyelamatkan populasi hering, yang telah menurun tajam dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di media sosial pada hari Minggu (dalam bahasa Ibrani), polisi tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang tersangka atau motifnya, tetapi mengatakan bahwa penyelidikan atas insiden itu terus berlanjut.
Laporan media lokal menyatakan bahwa tersangka dituduh menyebarkan racun di atas bangkai sapi untuk membunuh predator.
Dia dikabarkan tidak menyadari bahwa burung hering mungkin akan mengkonsumsinya.
Otoritas Taman dan Alam Israel (INPA) mengatakan, seekor rubah dan dua serigala juga ditemukan mati, sementara dua burung hering yang sakit dibawa ke klinik satwa liar untuk dirawat.
Dokter hewan yang merawat burung itu mengatakan bahwa itu akan segera dilepaskan kembali ke alam liar.
Para pejabat di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel telah berusaha meningkatkan jumlah burung pemakan bangkai di sana di tengah penurunan dramatis dalam populasi selama 20 tahun terakhir.
Jumlah mereka dilaporkan turun dari 130 pada 1998 menjadi sekitar 20, sebelum diracuni.
Sebagian besar Dataran Tinggi Golan Suriah telah diduduki oleh Israel sejak perang Timur Tengah 1967. Pada bulan Maret, AS menjadi negara pertama yang mengakui kedaulatan Israel atas wilayah tersebut sejak Israel secara efektif mencaploknya pada tahun 1981.