RAKYATKU.COM - Untuk memperingati bulan suci Ramadan, Coca-Cola Norwegia menambahkan simbol Islam pada minuman andalan mereka. Simbol itu berupa logo bulan sabit, yang melingkar di tulisan Coca-cola.
"Kami ingin menunjukkan sikap kami yang jelas tentang keanekaragaman dan betapa pentingnya bagi masyarakat. Keanekaragaman dan inklusi selalu penting bagi Coca-Cola," kata Johanna Kosanovic, manajer pemasaran Coca-Cola Norwegia.
Namun, upaya ini mendapatkan sambutan dingin oleh masyarakat Norwegian.
Meskipun isi botol soda tetap tidak berubah, banyak orang yang menyuarakan ketidaksenangan mereka.
"Islam tidak disambut atau diinginkan di Norwegia yang indah," kata seorang pengguna Instagram, dikutip Sputnik News.
"Saya tidak menentang Islam, tetapi perusahaan Coca-Cola tidak harus berperilaku seperti ini di negara Kristen," komentar yang lain.
Di Facebook, banyak pengguna yang mengancam akan melakukan boikot terhadap Coca-cola.
Namun tidak semua melihat langkah itu negatif. Fatima Almanea dari Partai Buruh sayap kiri, yang juga seorang Muslim, berpendapat bahwa kampanye itu "sangat positif" dan merupakan langkah penting menuju inklusivitas dan perlakuan yang sama.
Dia menekankan bahwa "wajar saja" Coca-Cola untuk merayakan Ramadhan, mengingat mereka juga melakukan hal yang sama utnuk Natal.
Menurutnya, kampanye harus "memicu rasa ingin tahu dan meningkatkan kesadaran."
Komunitas Islam Norwegia telah tumbuh secara eksponensial sejak 1960-an. Saat ini, umat Islam diperkirakan mencapai 5,7 persen dari populasi Norwegia, yang berjumlah 5,2 juta.