RAKYATKU.COM - Ketegangan antara Iran dan AS kian meningkat. Dalam peringatan terbarunya, Republik Islam mengancam akan "menghantam kepala" pasukan AS jika mereka mengambil langkah militer.
"Sebuah kapal induk yang memiliki setidaknya 40 hingga 50 pesawat di dalamnya dan 6.000 pasukan yang berkumpul di dalamnya merupakan ancaman serius bagi kami di masa lalu. Tapi sekarang ... ancaman telah beralih jadi peluang. Jika Amerika mengambil langkah, kami akan menghantam kepala mereka," kata Amirali Hajizadeh, kepala divisi ruang angkasa Garda Revolusi Iran.
Peringatan itu muncul tak lama setelah seorang ulama senior Iran memperingatkan Presiden AS Donald Trump bahwa armada AS yang dikirim ke Teluk Persia akan menghadapi "lusinan rudal".
"Armada mereka yang bernilai miliaran dolar dapat dihancurkan dengan satu rudal," kata Ayatollah Tabatabai-Nejad di kota Isfahan, dikutip oleh Kantor berita ISNA.
"Jika mereka mencoba melakukan langkah apa pun, mereka akan menghadapi puluhan rudal."
Secara terpisah, Garda Revolusi Iran mengatakan Iran tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat.
Sikap itu kemungkinan dimaksudkan untuk mencegah Presiden Iran Hassan Rouhani dan sekutu moderatnya menerima tawaran AS untuk melakukan negosiasi.
Pada hari Kamis, Trump mendesak para pemimpin Iran untuk berbicara dengannya, untuk menghentikan program nuklir mereka dan mengatakan dia tidak dapat mengesampingkan konfrontasi militer.
Trump mengajukan tawaran itu ketika ia meningkatkan tekanan ekonomi dan militer terhadap Iran, dengan melarang semua ekspor minyak Iran, sambil meningkatkan kehadiran Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS di Teluk.