RAKYATKU.COM - Dalang serangan terhadap markas polisi di Afghanistan telah ditangkap setelah dia ditemukan bersembunyi di kamar mandi.
Haji Mohammad Ramin ditangkap hidup-hidup oleh pasukan Afghanistan dan AS di Provinsi Baghlan setelah 10 pengawalnya tewas.
Dia telah digambarkan oleh pasukan keamanan Afghanistan sebagai 'kepala intelijen Taliban' untuk wilayah Baghlan, dikutip dari Mirror, Senin (13/5/2019).
Pada 5 Mei, seorang pembom bunuh diri di markas polisi untuk provinsi di Pul-e-Khumri menewaskan 13 petugas polisi dan melukai 50 orang, termasuk 20 warga sipil.
Serangan itu dimulai ketika seorang pejuang Taliban mengendarai Humvee yang penuh dengan bahan peledak meledakkan dirinya di pintu masuk kompleks polisi, lapor Al Jazeera .
Delapan pria bersenjata bergegas masuk setelah ledakan, memicu pertempuran senjata yang berlangsung lebih dari enam jam.
Taliban telah meningkatkan serangan terhadap instalasi keamanan untuk menurunkan moral polisi dan pasukan Afghanistan, bahkan ketika mereka melakukan negosiasi langsung dengan para pejabat dari Amerika Serikat untuk mengakhiri perang 17 tahun di Afghanistan.
Pada hari Jumat, utusan AS untuk perdamaian Zalmay Khalilzad, yang memimpin perundingan putaran keenam di Doha, mengatakan di Twitter bahwa ia mengatakan kepada Taliban "bahwa rakyat Afghanistan, yang adalah saudara dan saudari mereka, menginginkan perang ini berakhir".
"Sudah waktunya untuk meletakkan senjata, menghentikan kekerasan dan merangkul perdamaian," Khalilzad memposting.
Taliban merespons dengan mengatakan Khalilzad "harus melupakan gagasan kami meletakkan senjata kami".