Minggu, 12 Mei 2019 15:48
Presiden Iran Hassan Rouhani
Editor : Suriawati

RAKYATKU.COM - Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan faksi-faksi politik Iran untuk bersatu dalam menghadapi tekanan AS.

 

Rouhani mengatakan bahwa negaranya mungkin akan menghadapi hal yang lebih sulit daripada yang terjadi selama perang dengan Irak 1980-an.

"Hari ini, tidak dapat dikatakan apakah kondisinya lebih baik atau lebih buruk daripada periode perang (1980-88), tetapi selama perang kita tidak memiliki masalah dengan bank kita, penjualan minyak atau impor dan ekspor, dan hanya ada sanksi pada pembelian senjata,” kata Rouhani, menurut kantor berita IRNA.

"Tekanan oleh musuh adalah perang yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah revolusi Islam kita ... tapi saya tidak putus asa dan memiliki harapan besar untuk masa depan dan percaya bahwa kita dapat melewati kondisi sulit ini asalkan kita bersatu," kata Rouhani kepada aktivis dari berbagai faksi.

 

Kelompok garis keras telah mengkritik Rouhani setelah Trump menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 dan menerapkan kembali sanksi tahun lalu.

Presiden Iran juga telah ditinggalkan oleh beberapa sekutunya yang moderat.

Presiden AS Donald Trump terus meningkatkan tekanan ekonomi dan militer terhadap Iran. Washington akan memotong semua ekspor minyak Iran bulan ini, sambil meningkatkan kehadiran Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS di Timur Tengah.

TAG

BERITA TERKAIT