Sabtu, 11 Mei 2019 10:22
Sebuah kapal patroli Prancis berlayar di sebelah Bahri-Yanbu, kapal kargo Arab Saudi yang menunggu untuk memasuki pelabuhan Le Havre [Benoit Tessier / Reuters]
Editor : Suriawati

RAKYATKU.COM - Sebuah kapal Arab Saudi yang berencana memuat senjata di Prancis, pulang tanpa muatan.

 

Kapal itu dilaporkan berlayar menuju ke Spanyol pada hari Jumat, sehari setelah kelompok hak asasi manusia Christian Action for the Abolition of Torture (ACAT) mengajukan keluhan.

ACAT berusaha untuk memblokir pemuatan senjata ke kapal itu melalui pengajuan hukum pada hari Kamis, dengan alasan bahwa kargo senjata bertentangan dengan perjanjian senjata internasional.

Hakim Prancis menolak pengajuan itu, tapi entah mengapa kapal Bahri-Yanbu meninggalkan pelabuhan Le Havre.

 

"Kapal telah pergi dan tanpa muatannya," kata Laurence Greig, pengacara yang mewakili ACAT, pada kantor berita Reuters.

Untuk saat ini, tidak diketahui apa yang menyebabkan perubahan rencana itu. 

Langkah hukum oleh ACAT diajukan setelah sebuah situs investigasi online membocorkan intelijen militer Prancis yang menunjukkan bahwa senjata akan dijual ke kerajaan.

Senjata yang akan dijual termasuk tank dan sistem rudal yang dipandu laser, yang digunakan dalam perang Yaman dan mengenai warga sipil.

Arab Saudi memimpin koalisi militer pro-pemerintah dalam perang saudara di Yaman. Itu telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyeret banyak penduduk ke ambang kelaparan.

Prancis adalah salah satu pemasok senjata utama Arab Saudi, mengirimkan sekitar $1,5 miliar senjata ke Riyadh pada tahun 2017.

Pada hari Kamis, Presiden Prancis Emmanuel Macron  membela penjualan senjata ke Saudi dengan mengatakan bahwa negara itu adalah sekutu dalam perang melawan "terorisme".

Macron menambahkan bahwa dia telah menerima jaminan jika senjata tidak akan digunakan terhadap warga sipil.

TAG

BERITA TERKAIT