Jumat, 03 Mei 2019 17:54
Editor : Editor

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan (DPPPA) Provinsi Sulawesi Selatan dan Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) menyerahkan Bantuan Peralatan dan Bahan untuk pemberdayaan ekonomi perempuan di Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala Kota Makassar, Jumat, (3/5/2019).

Dalam kesempatan ini, Penjabat Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Fachsirie Radjamilo didampingi DP3A dan Bank Sulselbar menyerahkan secara langsung bantuan, berupa mesin jahit dan bahan-bahan pemberdayaan ekonomi perempuan kepada kelompok perempuan di Kelurahan Batua.

Fachsirie Radjamilo mengatakan, salah satu kelemahan utama di Sulawesi Selatan adalah kontribusi perempuan di bidang ekonomi masih sangat rendah, ditandai dengan sumbangan pendapatan perempuan dalam keluarga yang baru mampu mencapai 31,63% pada tahun 2017. Hal ini dipicu juga oleh rendahnya tingkat pendidikan, kesehatan serta rendahnya partisipasi perempuan di bidang publik.

"Ekonomi keluarga yang masih rendah merupakan salah satu penyebab munculnya kekerasan dalam rumah tangga selain karena faktor pendidikan dan gaya hidup," tuturnya.

 



Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menyusun berbagai terobosan dan strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas. Diantaranya adalah mempercepat implementasi SDG’s dan implementasi program Three Ends yang bertujuan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan orang dan mengakhiri kesenjangan ekonomi bagi perempuan.

Program ini, menurut Ashari tentunya tidak dapat terlaksana dengan baik jika tidak dilakukan secara bersinergi dengan lembaga masyarakat, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, dunia usaha dan media. Dengan pola sinergi yang baik, maka diharapkan dapat ikut berkontribusi terhadap usaha perbaikan kualitas hidup perempuan, anak dan keluarga.

Salah satu lokasi Piloting Project Sinergi antara lembaga pemerintah dan non pemerintah dalam mengimplentasikan Three Ends tadi adalah Kelurahan Batua Kecamatan Maggala Kota Makassar.

“Wilayah ini tergolong padat penduduk dan jumlah kasus kekerasan terbilang cukup tinggi di wilayah ini. Konsep three ends yang akan menyentuh sasaran ayah, ibu dan anak menjadi entry point,” ujarnya.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Sulsel, Askari mengatakan mesin jahit yang diberikan sudah bisa diberikan pada bulan puasa sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi perempuan.

“Ini tidak meninggalkan rumah, tetap melayani keluarga dan sektor domestiknya tetap jalan,” jelasnya.

Melalui bantuan ini akan terwujud usaha mikro dan menjadi industri rumahan dari perempuan. Sementara pemasarannya akan dibantu oleh Pemprov Sulsel.

TAG

BERITA TERKAIT