RAKYATKU.COM - Sebanyak tiga ton sampah dibersihkan dari Gunung Everest selama operasi pembersihan besar-besaran.
Untuk operasi ini, pemerintah Nepal mengirim tim beranggotakan 14 orang ke Gunung dengan tujuan mengumpulkan 10 ton sampah. Mereka akan menghabiskan 15 hari memungut sampah di lereng bersalju.
Sampah yang dikumpulkan sejauh ini termasuk kaleng kosong, botol, plastik dan peralatan pendakian yang dibuang dari base camp dan daerah sekitarnya.
Yang mengejutkan, selain menemukan peralatan pendakian yang berserakan, tim pembersih juga menemukan banyak mayat.
Sebuah helikopter militer telah mengangkut sepertiga dari sampah yang dikumpulkan ke ibukota Nepal untuk didaur ulang. Sampah biodegradable yang tersisa akan dibawa ke distrik Okhaldhunga untuk dibuang.
"Tim kampanye pembersihan baru saja dimulai dan anggota telah naik ke kamp-kamp yang lebih tinggi untuk mengumpulkan lebih banyak sampah," kata Dandu Raj Ghimire, kepala departemen pariwisata Nepal.
"Kampanye pembersihan akan dilanjutkan di musim mendatang juga untuk membuat gunung tertinggi di dunia bersih. Adalah tanggung jawab kita untuk menjaga gunung kita tetap bersih," kata Ghimire.
Sampah dan mayat terungkap berkat gletser yang mencair. Sejak 1953, sekitar 300 kematian telah dilaporkan di Gunung Everest. Banyak mayat telah ditemukan, tetapi yang lain tetap terperangkap akibat suhu beku.
Operasi pembersihan di Gunung Everest telah berlangsung selama beberapa tahun.
Pada Mei 2010, sekelompok 20 pendaki Nepal mengumpulkan 1.800 kilogram sampah dari gunung. Enam tahun lalu, pemerintah Nepal menerapkan deposit sampah $4.000 per tim, yang akan dikembalikan jika masing-masing pendaki menurunkan setidaknya delapan kilo sampah.