Sabtu, 04 Mei 2019 17:38
Para medis melakukan pemeriksaan di pesawat
Editor : Suriawati

RAKYATKU.COM - Sepasang suami istri meninggal karena wabah penyakit pes. Mereka pertama kali mengeluh sakit di pesawat dan telah dikarantina untuk mencegah penyebaran infeksi.

 

Pasangan itu berusia 38 dan 37 tahun. Mereka diperkirakan jatuh sakit setelah berburu dan makan marmut yang terkontaminasi di Mongolia.

The Siberian Times melaporkan bahwa si suami meninggal pada 27 April dan istrinya meninggal tiga hari kemudian.

Kematian mereka telah memicu kekhawatiran akan merebaknya wabah pes, yang sangat menular dan mematikan.

 

Namun tindakan pencegahan telah dilakukan untuk menghentikan penyebaran infeksi.

Sekitar 158 orang telah ditempatkan di bawah pengawasan medis intensif setelah melakukan kontak langsung atau tidak langsung dengan pasangan itu.

Dilansir dari Daily Mirror, pasangan itu sedang bepergian dari Bayan ke ibukota Ulaanbaatar, Mongolia ketika mengeluh sakit.

Ada adegan dramatis ketika pesawat mendarat di Ulaanbaatar. Para penumpang disambut oleh para pekerja yang mengenakan pakaian anti-kontaminasi putih.

Sebelas penumpang ditahan di bandara dan segera dikirim untuk pemeriksaan di rumah sakit. Yang lain diperiksa di fasilitas khusus di bandara.

Beberapa titik pemeriksaan perbatasan dengan Rusia dilaporkan telah ditutup, yang menyebabkan turis asing terdampar di Mongolia.

Dr N.Tsogbadrakh, direktur Pusat Nasional untuk Dermatologi dan Kedokteran Zoonosis mengatakan bahwa pasangan itu telah makan marmut.

Si wanita sedang hamil, dan wabah pes telah mempengaruhi janin dalam perutnya.

Mereka meninggalkan empat orang anak.

Wabah pes diyakini menjadi penyebab Kematian Hitam yang menyebar ke seluruh Asia, Eropa dan Afrika pada abad ke-14, menewaskan sekitar 50 juta orang.

Wabah ini disebarkan oleh kutu yang hidup di tikus liar seperti marmut.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, penyakit ini dapat membunuh orang dewasa dalam waktu kurang dari 24 jam jika tidak diobati tepat waktu.

TAG

BERITA TERKAIT