RAKYATKU.COM - Seorang lelaki berusia 53 tahun di Singapura tertangkap kamera melepas pakaiannya di koridor apartemen. Aksi itu dilakukan setelah dia diduga mencoba memaksa membuka pintu rumah tetangganya.
Menanggapi pertanyaan Stomp, polisi mengatakan mereka diberitahu akan adanya gangguan publik di Blok 150 Ang Mo Kio Ave 5 pada 30 April pukul 12.52 pagi.
Pengguna Facebook CharLowe LC memposting video pria itu dan menuduhnya telah berkeliaran di koridor sepanjang waktu, dikutip dari Asia One, Sabtu (4/5/2019).
"Beberapa lagi, dia mencoba mendobrak pintu saya tanpa henti," tulisnya.
Dalam satu video, pria itu terlihat terbaring telentang di sepanjang koridor tanpa mengenakan celana.
Dia kemudian terlihat melepas bajunya.
Klip video lainnya menunjukkan petugas polisi berbicara dengan pria itu dan membawanya pergi.
Pengguna Facebook, yang diidentifikasi sebagai Mdm Lin yang berusia 30 tahun, mengatakan kepada Lianhe Wanbao bahwa ia dan putrinya yang berusia dua tahun tidur di kamar yang bersebelahan dengan koridor sementara putrinya yang berusia sepuluh tahun tidur dengan pembantu rumah tangga mereka di ruangan lain.
Suami Ny. Lin belum pulang.
Dia ingat pernah mendengar suara-suara aneh dari koridor dalam tidurnya dan mengatakan itu terdengar seperti seseorang menggaruk dinding, mendorongnya untuk bangun dan menyelidiki.
Ketika dia melihat keluar dari jendela kamarnya, dia melihat pria itu berdiri di luar unitnya.
Menurut Mdm Lin, pria itu mengetuk pintu depan rumahnya dengan agresif dan mencoba memaksanya terbuka. Untungnya, pintunya terkunci.
"Dia menendang keributan dan berulang kali berteriak 'buka pintu' dalam bahasa Mandarin dan Hokkien," kata Mdm Lin, yang kemudian memanggil polisi karena dia khawatir tentang keselamatan anak-anaknya.
Pria itu kemudian mulai melepas celana jins dan bajunya, sambil berbaring di tanah dan bergumam pada dirinya sendiri.
Nyonya Lin menambahkan: "Saya tidak berani membuka pintu, tetapi mendengarnya memberi tahu polisi, 'Tidak tahu di mana ini'. Dia kemudian pergi dengan polisi.
"Dia membuat heboh besar selama setidaknya dua jam dan membuatku takut. Aku khawatir dia akan kembali jadi aku membagikan kejadian itu di Facebook, dengan harapan akan memberi tahu penduduk lain."