RAKYATKU.COM, PANAMA - Masih lekat dalam ingatan Derryn Culverwell, saat-saat terakhir suaminya meregang nyawa, usai ditembak mati oleh beberapa perompak yang merampok kapal pesiarnya.
Hari itu, Kamis, 2 Mei 2019, sekitar pukul 02.00 dini hari waktu Panama, kapal pesiar milik Alan Culverwell dan istrinya Derryn Culverwell, tengah melaju di lautan Panama, tepatnya dekat pulau Morodub di distrik Guna Yala di timur laut Panama, dalam perjalanan keliling dunia. Mereka tengah tertidur, ketika Alan mendengar ada suara ribu di geladak.
Dia kemudian membangunkan istrinya, Derryn. Alan kemudian mengintip, ternyata ada beberapa pria bersenjatakan senapan dan parang naik ke kapalnya. Alan meminta istrinya membangunkan tiga anaknya.
Alan keluar dan beberapa bajak laut masuk. Alan berusaha melindungi istri dan ketiga anaknya, ketika peluru dari senapan salah seorang perompak menembus tubuhnya.
Derryn dan putrinya Briar (11), sempat ditangkap pria bertopeng itu, tetapi ibu dan anak itu berhasil tetap hidup, karena sang ibu yang sempat diparangi, berhasil mengusir para perompak, lalu mengunci diri bersama anak-anaknya di kabin bawah.
"Ada sekitar dua jam Derryn berlindung bersama anak-anak di kapal," Derryn Hughes, saudara perempuan Alan Culverwell, mengatakan kepada Stuff.co.nz.
Meskipun menderita luka sabetan parang, Derryn masih sempat menelepon seorang teman di Selandia Baru, yang membantu keluarga itu kembali ke tempat yang aman.
"Sebagai keluarga, kami sangat bangga padanya," kata Derryn Hughes.
Nona Hughes juga mengatakan, dia percaya bahwa kakak iparnya dan keponakannya, yang telah dibawa ke rumah sakit di Panama City, kini telah keluar dari rumah sakit.
Putra pasangan itu, Flynn (11), tidak terluka dalam serangan itu.
"Tiga tersangka telah ditangkap sehubungan dengan dugaan pembunuhan terhadap Alan Culverwell," lapor media lokal TVN Noticias.
Direktur Layanan Perbatasan Nasional Panama, Eric Estrada, membenarkan penangkapan tiga tersangka, dan penyelidikan sedang berlangsung.
Sementara motif pasti di balik serangan itu belum dapat dikonfirmasi, para perompak dilaporkan mencuri mesin tempel dari kapal serta barang-barang lainnya.
Keluarga itu memulai petualangan berlayar selama dua tahun, setelah membeli kapal pesiar di Amerika Serikat dan berkeliling Karibia.
Panama akan menjadi tujuan terakhir mereka, sebelum kembali ke Selandia Baru. Namun nahas, Alan menemui ajal di Panama.