RAKYATKU.COM - Seorang pelajar sekolah menengah di Massachusetts menikam teman sekelasnya, lalu memenggalnya dan memotong tangannya karena cemburu.
Dalam sidang pada hari Senin, jaksa penuntut, Jay Gubitose, mengatakan bahwa Mathew Borges marah setelah melihat pacarnya duduk bersama korban, Lee Manuel Viloria-Paulino di kafetaria SMA Lawrence.
"Terdakwa tangguh di luar tetapi tidak aman di dalam," kata Gubitose, dikutip Boston Herald. "Dia cemburu dan mulai berteriak padanya."
Pembunuhan itu terjadi pada tahun 2016, ketika Mathew masih berusia 15 tahun.
Gubitose mengatakan bahwa sebelum membunuh Lee, Mathew mengirimi kekasihnya sebuah teks yang berbunyi: "Saya berpikir untuk membunuh seseorang."
Mayat Lee ditemukan terpenggal di tepi sungai. Polisi kemudian menemukan kepalanya dalam sebuah tas dekat mayat itu.
Video CCTV di rumah tetangga Lee menunjukkan korban dan Mathew pergi bersama dan berjalan menuju sungai.
Video itu juga memperlihatkan empat orang berjalan di dekat rumah korban, dan kemudian kembali dengan tas wol. Jaksa mengatakan bahwa rumah Lee telah dibobol.
Pengacara Mathew, Edward Hayden, mengatakan bahwa kliennya dan teman-temannya memang mencuri di rumah Lee, tetapi Mathew tidak melakukan pembunuhan.