Rabu, 01 Mei 2019 13:01
Foto:AP
Editor : Suriawati

RAKYATKU.COM - Seorang wanita berusia 20 tahun dipukuli sampai mati oleh saudara-saudaranya karena menolak pelamar pilihan orang tuanya. 

 

Nyaluk Magorok berasal dari kota Yirol, negara bagian Eastern Lakes, di Sudan Selatan. Dia meninggal pada hari Jumat.

Pria yang melamarnya dilaporkan telah menawarkan 40 sapi sebagai mahar pada keluarga Nyaluk.

Taban Abel, Menteri Informasi di Lakes Timur, mengatakan kepada Radio Tamazuj di Sudan Selatan bahwa wanita muda itu didisiplinkan oleh saudara-saudaranya atas perintah ayahnya. 

 

Dia mengatakan, seorang pria telah ditangkap atas kematian Nyaluk dan menghadapi dakwaan pembunuhan, sementara ayahnya telah dipenjara. 

"Ayahnya adalah orang yang memerintahkan orang untuk membunuh putrinya karena dia menolak untuk menikah. Terdakwa pertama bernama Anyich," kata Abel.

Abel mengutuk kematian Nyaluk dan mengatakan negara akan terus menangani masalah pernikahan paksa.

"Ini adalah tindakan biadab yang membutuhkan intervensi segera dari pemerintah. Ini adalah insiden kedua dari jenisnya karena tahun lalu seorang gadis hamil dan dipukuli hingga mati oleh ayahnya," katanya. 

Sudan Selatan memiliki praktik budaya yang mengakar dalam hal mahar, dan biasanya dalam bentuk sapi. Negara ini juga memiliki sejarah panjang pernikahan anak.

Meskipun praktik itu sekarang ilegal, setidaknya 40 persen anak perempuan masih menikah sebelum usia 18 tahun, menurut Dana Populasi PBB.

TAG

BERITA TERKAIT